Ringkasan Kotbah

Ibadah Raya, Minggu, 03 Agustus 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Dr. Jakoep Ezra, CBA, Ph.D


Success Through Character

Kita tidak pernah tahu kapan pastinya kita akan dipanggil Tuhan. Kekhawatiran kita membuat kita terpacu untuk membuat self defense. Asumsi hidup kita membuat kita untuk melakukan hal ini dan itu, dan itu lah salah satu kesempatan iblis untuk menjatuhkan kita.

Lalu apa kata firman tentang kesuksesan ? Dalam Roma 8:29 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” Arti sukses dalam ayat ini adalah seharusnya kita hidup dalam pre-destinasi kita dan menggenapi nya sampai selesai. Pre-destinasi adalah fungsi dari sebuah penciptaan. Setiap benda diciptakan dengan pre-destinasinya masing-masing. Sama dengan kita manusia bahwa kita semua mempunya pre-destinasi masing-masing. Contoh keunikan manusia terlihat dari sidik jari kita. Sukses adalah hidup menjadi diri sendiri, yakni hidup dengan panggilan, keunikan kita masing-masing, sehingga kita tidak menjadi orang lain.  Jangan menilai kesuksesan dari nilai materi (Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu). Dan perlu kita ingat bahwa berkat materi adalah dampak dari kesuksesan hidup kita

Langkah lain untuk mencapai kesuksesan adalah mempunyai seorang mentor. Punyailah minimal 8 mentor dalam hidup kita. Sukses yang sebenarnya adalah hidup dalam penentuan dan tuntunan Tuhan, untuk menjadi sesuai dengan karakter Kristus.

Karakter kita dibentuk melalui :

  1. Temperamen

Kita harus hidup dalam pilihan dan penentuan Tuhan. Tempramen adalah perilaku yang sesuai dengan keunikan DNA kita. Hiduplah dengan cara yang ditunjukan Tuhan. Bekerjalah sesuai dengan keunikan dan panggilan kita. Sehingga kita dapat jadi nyaman, dan berbuah baik.

  1. Pola Asuh

Pembentukan karakter dimulai dari keteladanan. Dan harus kita ketahui bahwa keteladanan lebih kuat daripada perkataan. Sehingga pola asuh lah yang membentuk keteladanan (Yohanes 13:15 “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu). Umur 12-21 tahun, manusia seharusnya mengikuti teladan yang sesuai gender nya masing-masing, sehingga karakter seseorang menjadi kuat, bukan menjadi rapuh.

Dalam 2 Korintus 3:3, kita menemukan bahwa hidup kita dilihat oleh orang-orang di sekitar. Kita tidak bisa merubah seseorang dari perkataan, namun kita bisa merubah orang lain melalui keteladanan.

  1. Pendidikan

Referensi Ayat: Ibrani 12:5-6. Didalam didikan Tuhan, ada peringatan, ajaran, kasih, dan pengakuan dari Tuhan bahwa kita adalah anak-Nya. Orang yang mendidik kita adalah orang yang mengajar, menegur kita. Dan hal inilah yang membuat kita bertobat dan sukses.

  1. Keyakinan

Keyakinan adalah apa yang kita percayai dengan iman kita. Yakobus 2:22 “Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” Fokuslah pada keyakinan kita, untuk apa kita bekeluarga, untuk apa kita bekerja? Bekerja adalah panggilan, bekerja adalah penyembahan (Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”). Dalam Yohanes 4:24, jika kita menyembah dalam roh dan kebenaran, kita akan mengalami ayat 38. Jika kita hidup untuk Tuhan, kita bisa menuai di tempat yang tidak kita tabur, dan berkat berkelimpahan pasti disediakan Tuhan. Berkat Tuhan tergantung dari motivasi hati kita.

  1. Motivasi Hidup

Referensi ayat : Amsal 16:2 “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati”.

Akhir hidup kita adalah kemuliaan Tuhan. Dan setiap dari kita menantikan kemuliaan itu. Maka kesuksesan adalah bukan sesuatu yang kita kejar sampai akhir hidup kita, namun ada dalam penggenapan Firman Tuhan. Yakni saat dimana Roh kita bersatu dengan Roh Tuhan. 

Roma 8:30 “Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”


Ibadah Raya, Minggu, 06 Juli 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Drs. Budi Sastradiputra, M.Th


HIDUP TERLALU BANYAK PILIHAN


Di dalam mengambil keputusan yang sulit maka kita harus berdoa, karena saat kita membawanya di dalam doa maka rencana Tuhan pasti terjadi. Sebagai orang-orang Kristen kita juga dihadapkan pada pilihan antara sorga atau neraka? Maka dari itu kita juga harus bias menjadi tim sukses sorga lebih dari pada tim sukses partai manapun.

Fatamorgana seringkali kita jumpai di dalam kehidupan kita, dimana kita dihadapkan pada banyak pilihan-pilihan yang seolah-olah itu benar menurut kita. Karena itu seringkali terjadi kebingungan dan kekeliruan di dalam pertimbangan yang dilakukan dalam memberikan jawaban dan konsekuensinya adalah penyesalan.

Amsal 14:12 – ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Amsal 16:1 – manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada Tuhan.

4 hal yang harus kita perhatikan dalam mengambil keputusan:

  • Jangan bersandar kepada pengertian sendiri (Amsal 3:4-5)
  • Carilah perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kolose 3:2)
  • Akulah jalan, kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6). Oleh karena itu kita harus baca Alkitab (Yohanes 17:17, Mazmur 37:23) untuk mengenal pribadi Yesus (Hosea 4:6).
  • Fungsikan Roh Kudus dalam hidup kita

Di dalam diri kita ada Roh Kudus, oleh karena itu kita harus selalu bertanya kepada Roh Kudus karena Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri yang akan mengajarkan kepada kita tentang segala sesuatu (Yohanes 15:15-26).

Pribadi Yesus adalah pribadi yang selalu berkomunikasi dan tidak pernah memaksakan kehendak-Nya sendiri (Yohanes 4:34).



Ibadah Raya, Minggu, 15 Juni 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdp. Timothy Abraham


KESEMPATAN KEDUA

  

Referensi Ayat : Yosua 3:1-17

Maksud penyeberangan dalam ayat ini adalah penyeberangan yang kedua bagi bangsa Israel. Penyeberangan di ayat ini dapat diartikan sebagai kesempatan kedua. Kesempatan kedua ini dapat kita aplikasikan dalam keluarga, studi, pekerjaan dan pelayanan kita. Mari sama-sama kita merenungkan dan mengaplikasikan perikop ini dalam kehidupan kita.

Kita bisa melihat sosok Yosua pada zaman ini, dimana jika kita ingin mendapatkan kesempatan kedua dalam kehidupan kita, haruslah kita bangun pagi-pagi mencari Tuhan (Ayat 1). Lalu kita juga jangan berhenti, dan terus lah berjalan, meninggalkan kenyamanan kita walaupun di depan kita ada peperangan. Jika kita sudah memasuki kesempatan kedua yang dari pada Tuhan, kita harus hanya mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan manusia. Karena kita ada pada zaman Yosua, Tuhan-lah yang memimpin sendiri, bukanlah manusia yang memimpin. “Lebih baik berlindung pada Tuhan dari pada percaya kepada manusia” (Mazmur 118:8).

Pada ayat 5,  kita bisa melihat prinsip bahwa adalah Allah tidak akan bertindak dengan penuh kuasa dan mukjizat jika semua jemaat tidak kudus. Jika kita mau hidup kudus di hadapan Tuhan, maka Tuhan pasti akan mengadakan mukjizat dalam hidup kita. Tinggal bagaimna keputusan kita untuk menggunakan Roh Kudus yang sudah dikaruniakan Tuhan atau tidak.

 Orang yang penuh Roh Kudus pun bisa jatuh dalam dosa karena keinginan daging nya lebih besar daripada keinginan Roh. Lalu bagaimana kita bisa memperkuat keinginan Roh dalam kehidupan kita sehari-hari? Caranya adalah dengan memberi makan roh lebih banyak daripada daging kita. Bisa kita lakukan dengan doa puasa, memperbanyak baca firman serta memuji dan memuliakan Tuhan.

Dalam Ayat 6, kita bisa melihat bahwa Tuhan sungguh memimpin di depan bangsa Israel (tabut perjanjian untuk mengawali penyeberangan bangsa Israel). Tuhan ada di depan Tuhan kita. Janji Tuhan ada di masa depan,  bukan masa lalu. Dan Sungai Yordan disini diartikan sebagai jalan buntu. Jika kita bertemu dalam jalan yang buntu, selalu percayalah bahwa Tuhan akan segera memberikan ketenangan dan jalan yang baru bagi kehidupan kita, seperti bangsa Israel dipimpin Tuhan saat menyeberangi Sungai Yordan. Dan dalam segala bidang dalam kehidupan kita, kita sangat perlu tangan Tuhan. Yang kita bisa lakukan adalah mengangkat tangan kita, dimana artinya kita menyerahkan segala yang kita khawatirkan kepada Tuhan.

Dalam ayat 7, Tuhan tidak hanya membuka jalan bagi bangsa Israel, namun Tuhan berjanji akan memberkati bangsa Israel. Jika kita ingin mendapatkan janji Tuhan, teruslah berjalan menyeberang dan jangan berhenti seperti Yosua. Kita tidak bisa memakai pengalaman kita sendiri untuk berjalan di jalan yang belum pernah kita lalui.  Kita hanya bisa mendengarkan firman Tuhan untuk memimpin jalan kita (Ayat 9). Dan kita bisa melihat bagaimana kuasa Tuhan membelah sungai Yordan untuk dilalui oleh bangsa Israel. Inilah salah satu hal yang harus kita ingat bahwa hal yang tidak mungkin bagi manusia, adalah mungkin bagi Tuhan. Kesempatan kedua, Tuhan berikan bagi bangsa Israel untuk melihat kebesaran dan kuasa besar Tuhan. Mari kita hidup benar di hadapan Tuhan, serta senantiasa menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran.


Ibadah Raya, Minggu, 13 April 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Ps. Daniel Hendrata


BERURUSAN DENGAN KEKALAHAN

Tuhan-lah gunung batu kita, dalam kondisi apapun yang kita alami hari ini, percayalah bahwa dalam keterbatasan kita, Tuhan yang dapat membantu kita dalam ketidakterbatasan-Nya (Mazmur 18). Masalah kerap kali terjadi, namun terkadang kita merasa takut akan hal tersebut. Jika kita melihat sungguh-sungguh sesuai firman Tuhan, maka kita akan dapat melihat bahwa melalui masalah itu, Tuhan merencanakan hal yang baik di dalamnya.

Zona nyaman adalah suatu saat dimana kita tidak memiliki semangat/keinginan yang lebih untuk bertumbuh. Jadi janganlah kita terus berada dalam zona nyaman jika ingin berbuah baik dalam Tuhan. Dalam 1Samuel 30 (Ziklag terbakar), kita dapat melihat kisah Raja Daud sebelum ia menjadi seorang Raja. Di saat Daud dan orang-orangnya selesai berperang dan kembali ke Ziklag (tempat Daud bertumbuh), kota tersebut sudah terbakar habis dan para isteri dan anak-anaknya  ditawan. Maka sungguh sedih lah hati Daud dan orang-orangnya. Ia harus menguatkan diri dari kesedihannya. Daud terus bertanya pada Tuhan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ketika Tuhan berfirman kejar dan kalahkan, maka Daud pun menyiapkan pasukan untuk membalas perbuatan orang yang membakar kota Zakleg walaupun ia tidak tahu siapa yang melakukannya. Dan dalam perjalanannya, Tuhan mempertemukan Daud dengan salah satu pasukan yang membakar kota mereka. Dan pada akhirnya, Tuhan memberikan kemenangan atas pembalasan Daud atas orang Amalek. Sama seperti dalam kehidupan kita, jika bisnis kita goyah/turun mungkin kita bisa sedikit demi sedikit menanggulangi nya, namun jika keluarga kita yang goyah, maka lebih sulit lah kita untuk mengatasinya. Namun kita harus seperti Daud, yang selalu berserah dan bertanya pada Tuhan apa yang harus dilakukan selanjutnya, dan sungguh mengikuti jalan yang diperintahkan Tuhan. Yang bisa kita aplikasikan lagi kedalam hidup kita adalah tetap miliki kasih walaupun kita sedang terjepit, tetap perhatikan orang yang ada di bawah kita.

Di dalam 2Kor 12:9 (“Tetapi jawab Tuhan kepadaku : “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi Aku.”) Di dalam ayat ini, rasul paulus mengalami masalah yang sangat besar dan kondisinya lemah. Namun ia tetap berdoa pada Tuhan, tetap memuji dan memuliakan Tuhan, karena ia percaya bahwa di dalam kondisi tersebut justru kuasa Tuhan-lah menaungi dia.

Kalau kita melihat teman/rekan sekerja/jemaat dalam gereja kita terkena masalah, janganlah kita berpikir bahwa mereka belum sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Karena semua masalah itu sudah dibayar lunas oleh Tuhan Yesus di kayu salib. Jadi, kadang orang-orang bertanya untuk apakah kita melakukan pelayanan di gereja jika semuanya sudah ditebus oleh Tuhan Yesus? Untuk apakah kita memberikan perpuluhan? Sesungguhnya kita mempersembahkan pelayanan/perpuluhan kepada Tuhan karena kita meresponi kasih Tuhan. Inilah yang menjadi dasar dalam kehidupan kita sehingga bukan lagi kita mengharapkan atau mendapatkan sesuatu dari Tuhan.

Sangat penting dalam keterpurukan, kita mendengar suara Tuhan. Belajar dari kisah Daud dalam 1Samuel 30 yang menang atas kekalahan. Perbaikilah cara pandang kita dalam melihat masalah. Jangan menjadikan masalah menjadi momok yang menakutkan, tetapi kita harus mengerti bahwa janji Tuhan lewat masalah dalam hidup kita akanlah digenapi. “Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun ...” (Ulangan 28:13)


Ibadah Raya, Minggu, 23 Maret 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Drs. Budi Sastradiputra, M.Th


MENYERAHKAN HAK KITA KEPADA TUHAN

Tuhan adalah Tuhan yang luar biasa yang dapat melakukan apa saja, namun Tuhan belum bisa bertindak sebelum ada pernyataan dari kita untuk memberikan otoritas/hak kita kepada Tuhan untuk bertindak. 

Kenapa penyerahan hak ini penting? Karena sejak manusia diciptakan, manusia diberikan hak bebas untuk melakukan apa saja yang dia mau. Dengan adanya hak bebas ini tidak ada siapapun juga yang bisa menahan manusia. Jadi apapun yang terjadi dalam kehidupan kita saat ini semuanya ini adalah hasil dari keputusan kita sendiri. Seringkali Tuhan sudah melarang kita untuk melakukan sesuatu, namun itu bertentangan dengan hati kita atau terasa sulit untuk kita melakukan itu, sehingga kita lebih memilih untuk memprioritaskan hak bebas kita.

MAZMUR 50:16-17 ‘Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku’

MATIUS 6:10 ‘DOA BAPA KAMI’ Tuhan mengajarkan kita untuk meletakkan kehendak Bapa diatas kehendak kita pribadi.

YAKOBUS 3:16 ‘Sebab dimana ada iri hatidan mementingkan diri sendiri disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.’

I KORINTUS 6:7-8 ‘Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lenih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.’  Ayat ini secara manusia sulit sekali untuk diterima, karena saat kita sedang berperkara dengan orang lain dan kita sedang berusaha untuk memenangkan perkara tersebut namun dinyatakan kalah.  Kalau kita mau memenangkan pertarungan tersebut maka dengan kehendak bebas kita pilihlah untuk dirugikan, karena setelah itu Tuhan yang akan turun tangan.

Ketika kita mentaati Firman Tuhansesungguhnya kita sedang menyerahkan otoritas/hak bebas kita kepada Tuhan. Tapi Tuhan perlu mendengar kata-kata yang keluar dari mulut kita bahwa kita berserah kepada Tuhan maka Tuhan bisa bertindak dengan leluasa.

Sama seperti Tuhan Yesus saat Dia berdoa kepada Bapa, Tuhan Yesus berdoa “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Berarti Tuhan Yesus juga memiliki kehendak bebas namun Dia tetap meletakkan kehendak Bapa sebagai prioritas dan hasilnya kemenangan bagi dunia.

Apa saja yang harus kita serahkan kepada Tuhan:

  1. Kekuatiran. (FILIPI 4:6 ‘Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur’. 1 PETRUS 5:7 ‘Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya)
  2. Pembalasan (ROMA 12:19 pembalasan adalah hak Tuhan).
  3. Waktu  (YOHANES 7:6 ‘Waktu-Ku belum tiba...’)
  4. Uang (KISAH PARA RASUL 5:3-4)
  5. Anak-anak. 

 


Ibadah Raya, Minggu, 09 Maret 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Welyar Kauntu


MENANTIKAN TUHAN KUNCI MENCAPAI GARIS AKHIR

Referensi ayat:  YESAYA 40:30-31 “Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu adalah gambaran sebagai orang yang kuat, mampu, cakap, memiliki skill...terkadang kita sering kali berpikir seperti itu namun menurut ayat 30 dikatakan orang-orang muda bisa menjadi lelah dan lesu. Sering mereka merasa mampu namun ternyata mereka mengalami kegagalan. Tuhan mengingatkan kita agar jangan mengandalkan kekuatan kita tetapi andalkan Tuhan, karena orang yang mengandalkan Tuhan yang selalu menantikan Tuhan akan mendapatkan kekuatan yang baru. Seperti rajawali yang terbang tinggi. Untuk naik ke next level diperlukan kekuatan yang extra. Tuhan akan bawa kita ke next level, untuk itu Tuhan janjikan kekuatan yang baru karena semakin tinggi angin juga menjadi semakin besar.

Berlari dan tidak menjadi lesu.  FILIPI 3:13-14 “...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus .” kita berada di suatu perlombaan rohani dan di dalam perlombaan ini diperlukan kekuatan yang baru. BanyaK orang yang terobsesi untuk mencapai garis akhir dan menghalalkan segala cara untuk mencapai hal itu dan akhirnya menyadari bahwa mereka berada di jalur yang salah, seringkali mereka berpikir mereka sudah sampai garis finish  ternyata salah, karena hal itu tidak berkenan kepada Tuhan. Tetapi orang yang fokus kepada Tuhan, Tuhan akan membawa kita kepada garis finish.

Seperti orang yang berjalan dan tidak menjadi lelah. Kehidupan ke-kristenan adalah suatu perjalanan kita dengan Tuhan, suatu pergaulan dimana kita mengikut Tuhan. Banyak orang Kristen menjadi lelah karena perjalanan yang sangat panjang yang tidak diketahui kapan akhirnya, sehingga mereka sering menyerah di titik tertentu. Oleh karena itu kita memerlukan kekuatan yang baru. Apapun kondisi yang kita hadapi saat ini jangan pernah menyerah, karena Tuhan akan memberikan kekuatan baru agar sampai ke garis finish.

Kunci agar orang-orang  yang menanti-nantikan Tuhan mencapai garis finish:                           

YESAYA 30:15 “... Dengan  bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

  1. BERTOBAT. Dosa mengikat kitashg tdk bs mencapai panggilan ilahi  .. kita berpikir kita berlari namun ternyata diam di tempat. Krnn itu tanggalkan dosa
  2.  TINGGAL DIAM. Artinya kalo ada masalah tidak perlu dipikirkan dan curhat kebanyak orang. Tinggal diam berati curhat hanya kepada Tuhan. Kalau Tuhan belum menjawab berarti Tuhan sedang melatih iman kita dan kalau kita bertahan maka kita akan mengalami kemenangan.
  3. PERCAYA. Orang kalau percaya tidak akan panik. Banyak tinggal diam di hadirat Tuhan. Baca alkitab.

 Mazmur 1:1-3 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,... tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam... apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

 

Tuhan akan melenyapkan beban kita dengan urapan. Karena urapan akan mematahkan setiap kuk dan memberikan kemenangan bagi kita.  YESAYA 10:27 “...beban yang ditimpakan atas bahumu akan terbuang dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap.”

 


Ibadah Raya, Minggu, 16 Februari 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Drs. Budi Sastradiputra, M. Th

 

TO BE A BETTER YOU

Yusuf melalui proses yang luar biasa untuk bisa mencapai posisi orang no 2 di Israel. Yusuf tidak lari dari proses yang harus dia lalui, walaupun itu tidak mudah bagi Yusuf. Contohnya : sewaktu Yusuf dibuang, sewaktu dipenjara dll. Tetap Yusuf menjalankan apa yang menjadi bagiannya supaya ia bisa menjadi orang yang mengerti dan membawa visi Tuhan yang besar. Walapun Yusuf dipanjara / sedang menjalankan proses yang tidak enak itu, Yusuf tidak menyalahkan Tuhan, sehingga Tuhan tetap menyertai dia. Maka dari itu kita harus mengerti bahwa keberhasilan kita itu bukan hasil usaha kita saja, tetapi hasil dari penyertaan Tuhan. Rancangan Tuhan bagi kita adalah rancangan yang besar.

Roma 11:33-36  - O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya. Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Ketika kita mengalami suatu kondisi yang tidak baik dalam hidup kita, jangan kita menyalahkan Tuhan, karena :

  • Tuhan tidak pernah salah.
  • Rancangan-Nya selalu baik bagi kita. Ini adalah yang harus kita masukkan ke dalam hati kita, karena kita tidak akan mengerti apa yang dirancangkan Tuhan bagi kita. Biarkan kita mengalir dalam proses-nya Tuhan.
  • Tuhan selalu memakai manusia supaya rancangan-Nya tergenapi. Iblis disisi yang lain berusaha supaya kita punya pikiran bahwa Tuhan itu salah, tetapi janganlah kita tertipu.

Hari-hari ini marilah kita selalu berada dalam rancangan Tuhan. Yang harus kita ketahui adalah kita mengerti hatinya Tuhan. Kita harus mengikuti jalannya/ pimpinan Roh Kudus walaupun itu sesuatu yang tidak masuk akal. Contohnya : Yesus menyembuhkan orang buta dengan mengaduk-aduk ludah dengan tanah, dan merubah air menjadi anggur.

Bukannya rencana manusia itu tidak bagus, tetapi kita harus biarkan Roh Tuhan bekerja supaya segala sesuatu berhasil dan sesuai dengan apa yang Tuhan mau.

  • Yohanes 14:12 – Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga perkerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.
  • 1 Yohanes 2:27 – Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana perngurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu—dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta—dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaklah kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Roh kudus akan mengajar kita dalam segala aspek kehidupan kita yaitu dalam bidang : Kerohanian, keluarga, kesehatan, pekerjaan, keuangan, karakter dan sosial.

Yeremia 29:7 – Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Gereja ICON ada untuk menggenapi rencana Tuhan dan menjadikan kita lebih baik lagi.

I                = INTIMATE WITH GOD

C               = CONSISTENTLY DO THE WORDS OF GOD

O               = ON GOING EFFORTS TO BE A BETTER YOU

N               = NEVER STOP SHARING GOOD NEWS, GROWING, BLESSING OTHERS & GLORIFYING GOD

 


Ibadah Raya, Minggu, 09 Februari 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Ridwan Hutabarat


Referensi ayat : Matius - 22:34-40

Kitab hukum Taurat : Kejadian sampai Ulangan

Kitab para nabi : Yosua sampai Maleakhi

Kesimpulan kekristenan adalah hidup dalam kasih, bukan kekayaan, bukan kesembuhan, bukan tentang karunia dll. Tentang karunia tertulis dalam 1 korintus 12 n 14 tetapi di tengah-tengahnya ada tentang kasih, karena jemaat Korintus suka bertengkar. Segala sesuatu tanpa kasih adalah sia-sialah kekristenan kita.

Maka dari itu kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu artinya apakah kita sungguh-sungguh kepada Tuhan, dengan segenap akal budimu artinya apakah kita mau belajar firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Belajarlah mengenal Tuhan dengan benar dengan membaca alkitab.

Kenapa kita harus mengasihi Tuhan dengan “segenap” karena :

  • Nilai kita terletak pada Tuhan.

Nilai kita bukan diharta, bukan dikesembuhan atau dilain-lainnya. Penyakit tidak serius tetapi dosa adalah serius karena dosa yang membuat kita putus hubungan kita dengan Allah, maka betapa malangnya kita hidup tanpa Tuhan Yesus. Karena Tuhan berkata kita tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Dia.

  • Pengharapan kita terletak pada Tuhan.

Jangan letakkan pengharapan kita kepada orang lain, dengan harta kita ataupun dengan apapun lainnya selain pada Tuhan.

  • Sebelum kita mengasihi Dia, Tuhan sudah mengasihi kita terlebih dahulu.

Belajarlah kasih dari Tuhan Yesus jangan dari yang lain.

Tanpa kita menomorsatukan Tuhan, kita tidak bisa mengasihi diri sendiri dan mengasihi orang lain. Kita harus mengasihi diri kita sendiri dahulu baru kita bisa mengasihi orang lain. Kalau kita tidak bisa mengasihi diri kita sendiri, maka kita tidak bisa mengasihi orang lain. Yang paling kuat dan bernilai bagi Tuhan adalah orang yang setia. Arti mengasihi adalah memberikan yang terbaik tanpa obligasi, seperti Yesus mau mati bagi kita.

Latihlah hidup kita dengan kekudusan, jangan mengulangi dosa. kalau kita mengulangi dosa itu artinya kita gagal mengasihi diri kita sendiri.

Orang yang berbahagia adalah orang yang mendengar firman Tuhan dan melakukannya.

 



Ibadah Raya, Minggu, 02 Februari 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Dr. Jakoep Ezra, Ph.D, CBC

CONVERGENCE

(Integrasi Kehidupan yang Berpusatkan pada Kristus)

 

Referensi ayat : Kolose 3:2-4 – Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Kalau kita sudah mempunyai kasih, sukacita dan damai sejahtera,  itu artinya kita sudah mempunyai pikiran yang di atas.

Konvergensi berbicara semuanya adalah milik Tuhan dan  apapun yang kita kerjakan adalah melayani Tuhan.

Konvergensi bukan prioritas hidup atau keseimbangan kehidupan. Konvergensi adalah integrasi kehidupan dan berpusatkan pada Kristus. Jadi apapun yang kita lakukan berpusat pada Kristus.

Kolose 3:23-24 – Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

10 Benefits of Convergence :

  • Margin of Life
  • Fresh Opportunities
  • New Doors
  • Integrated Action
  • Significant Impact
  • Stronger Divine Calling
  • Powerful Trendsetter
  • Christ’s Role Model
  • Maximum Purpose of Life
  • Greatest Center of Influence

10 Barriers of Convergence :

  • Dichotomy – dibedakan / adanya pemisahan-pemisahan.
  • Myth / False Belief – mitos / kepercayaan yang salah. Mitos adalah penghalang kemajuan rohani (1 Timotius 4:7).
  • Stereotype – bicara hal yang umum tetapi dimasukkan kedalam diri kita hampir sama dengan mitos.
  • Individual Cult – orang yang diberhalakan.
  • Denomination Spirit- roh denominasi.
  • Religion Spirit – roh agamawi / farisi.
  • Hedonism - kesenangan adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan.
  • Narrow Mindset  - pikiran yang sempit.
  • Exclusivity – exlusif.
  • Paternalistic – kita mendengarkan orang yang berkuasa walaupun itu tidak tahu benar/salah.

How to be convergence :

  • Living in God’s timing (Kairos).
  • Passing God’s season (7 seasons):

a) Mengenal Allah dengan iman yang benar.

b) Mendengar suara-Nya dengan respek.

c) Menemukan kasih karunia.

d) Melalui ujian integritas pribadi.

e) Mempertajam kompetensi.

f) Memilih kemitraan sejati dengan pasangan hidup anda.

g) Universitas padang gurun.

  • Integrated 4 C (Career – Community – Creativity – Calling)

Words of Wisdom :

  • Konvergensi adalah kebenaran yang belum tersingkap sepenuhnya.
  • Konvergensi membutuhkan penggalian yang lebih dalam melalui pengalaman dan pergumulan pribadi.
  • Konvergensi adalah kehidupan terintegrasi menuju puncak seperti Kristus hidup.




Ibadah Raya, Minggu, 26 Januari 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Drs. Budi Sastradiputra, M.Th


Hikmat dan Pengetahuan


Referensi ayat :

Pengkotbah 10:10 – Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

Amsal 24:3-4 – Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.

Kita semua punya masalah, contohnya masalah keluarga, masalah keuangan dll, tetapi sebenarnya segala masalah akarnya hanya 1 yaitu masalah kekurangan hikmat. Kalau kita mempunyai hikmat, maka kita akan menemukan jalan keluar dari segala masalah yang ada. Jerih payah orang bodoh melelahkan orang itu sendiri, karena ia tidak mengetahui jalan ke kota (Pengkotbah 10:15). Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah;…. (Hosea 4:6).

Berdoa dan pengetahuan sangat penting kaitannya.

- Berdoa itu sangat penting, tetapi berdoa juga harus punya pengetahuan. Tuhan akan bekerja dengan lebih dasyat kalau kita berdoa dengan pengetahuan. Jangan sampai kita berdoa tidak mengenai sasaran. Doa seperti volume, kalau kita mempunyai pengetahuan doa-doa kita akan kuat.

- Pengetahuan itu tidak datang sendiri, tetapi kita harus belajar. Dengan kaitan dengan iblis, apa yang kita ketahui dan miliki itu tidak bisa dicuri oleh iblis. Contohnya kalau kita punya pengetahuan akan Firman Tuhan, kita tidak bisa digoyahkan dengan segala tipuan iblis.

Tuhan menghendaki kita belajar Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah pengetahuan tertinggi dalam dunia ini. Firman Tuhan  di atas teori, pengalaman dan di atas segalanya. Kalau kita mempunyai pengetahuan Firman Tuhan, maka kita mempunyai prinsip-prinsip kehidupan. 

Jangan kita membuat rancana sesuai dengan pengetahuan kita sendiri, tetapi biarlah kita membuat rencana sesuai dengan prinsip-prinsip Firman Tuhan.

Kalau kita mengalami masalah dalam kehidupan ini, artinya ada area-area yang masih kita belum mengerti, maka dari itu kita harus belajar. Jadi kita harus memiliki rasa haus dan lapar akan Firman Tuhan supaya kalau kita menghadapi masalah, kita mendapatkan kekuatan dan mempunyai jalan keluar untuk menghadapi masalah tersebut.

Pengkotbah 10:5-7 – Ada suatu kejahatan yang kulihat di bawah matahari sebagai kekhilafan yang berasal dari seorang pengusaha: pada banyak tempat yang tinggi, didudukkan orang bodoh, sedangkan tempat yang rendah diduduki orang kaya. Aku melihat budak-budak mengunggang kuda dan pembesar-pembesar berjalan kaki seperti budak-budak.

Kalau kita punya hikmat, maka kita menjadi kaya. Tuhan mengingini kita anak-anak-Nya menjadi kaya.

Pengkotabah 10:17 – Berbahagialah engkau tanah, kalau rajamu seorang yang berasal dari kaum pemuka,…..

Dalam Yakobus 1:5 dinyatakan bahwa Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintaknnya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--, maka hal itu akan diberikan kepadanya.

Pengetahuan yang benar harus diterapkan pada waktu yang benar. Dan supaya bisa menerapkan pengetahuan yang benar diwaktu yang benar maka kita memerlukan hikmat. Maka dari itu pengetahuan dan hikmat sangat erat hubungannya.

 


Ibadah Raya 2, Minggu, 05 Januari 2014

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Drs. Budi Sastradiputra, M.Th


Tahun 2014 adalah tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat.

 

Ada 4 hal yang harus kita miliki dalam tahun 2014 ini adalah :

 1.     Hati yang senantiasa mengucap syukur (1 Tesalonika 5:18 – Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu).

Mempunyai hati yang mengucap syukur adalah suatu gambaran bahwa segala sesuatu dari Tuhan, bagi Tuhan dan untuk Tuhan. Contoh Alkitab cara mengucap syukur kepada Tuhan adalah seperti kisah Paulus dan Silas (Kisah Rasul 16:19-25), yaitu sewaktu Paulus dan Silas mengusir roh tenun, mereka malah dianiaya dan dimasukan ke dalam penjara. Di dalam penjara Paulus dan Silas tidak menyalahkan Tuhan, tetapi menyembah Tuhan. Apakah kita bisa mengucap syukur dengan apa yang kita alami saat ini. Apakah itu baik atau buruk. Kalau kita mengucap syukur artinya kita mengerti bahwa rancangan Tuhan dalam kehidupan kita baik adanya.

2.     Harus menjadi pribadi yang bisa dipercaya (1 Korintus 4:1-2 – Demikianlah hendaklah orang memandang kami; sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai).

Hari-hari ini orang yang bisa dipercaya sangat langka. Apakah kita bisa dipercaya oleh Tuhan ? Lukas 16:10-11 – Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya ?

3.     Memiliki visi dan rencana yang dari Tuhan.

Ketika kita gagal dalam merencanakan, artinya kita sedang merencanakan kegagalan. Tetapi kita harus hati-hati dengan rencana yang kita buat, jangan sampai itu hanya menurut keinginan hati kita saja, tetapi kita harus melibatkan Tuhan. Mazmur 127:1 - …. Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya;….  Yakobus 4:13-14 – Jadi sekarang, hai kamu yang berkata:”Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu ? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Tetapi biarlah kita berkata seperti dalam Yakobus 4:15 – Sebenarnya kamu harus berkata;”Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Jangan lupakan Tuhan dalam merencanakan segala sesuatu.

4.     Punya kepastian bahwa kita pasti masuk surga.

Ada banyak orang yang tidak yakin bahwa mereka bisa masuk surga.  Ibrani 10:26 -  Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tantang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Yakinkan diri kita bahwa kita bisa pasti masuk surga. Jangan lagi kita melakukan apa yang tidak berkenan  dihadapan Tuhan karena dosa kita sudah ditanggung dan dihapuskan oleh Tuhan di atas kayu salib.



Ibadah Raya 1, Minggu, 29 Desember 2013

Pkl. 08.30 Wib

Pembicara : Ps. Goesti Agung Wijoyo


Walk by Faith

Referensi Ayat: Yakobus 2:14-17 “…Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”

Iman itu artinya kita bisa bekerjasama dengan Tuhan. Kita berdoa untuk memberikan kornfirmasi kepada Tuhan bahwa kita mau bekerjasama dengan Tuhan, kita pecaya bahwa Tuhan pasti akan memberikan apa yang kita doakan. Setelah kita berdoa maka bagian kita adalah melakukan, mengerjakan bagian kita, melakukan tindakan  yang merupakan konfirmasi bahwa kita percaya dengan apa yang kita doakan. Bersama dengan itu iman akan mulai bersinergi dan kuasa Tuhan maka terjadi yang namanya ora et labora.

Iman itu artinya sepenuhnya kita tidak mengetahui tentang apa yang akan terjadi, namun kita percaya Tuhan akan menjawab doa kita.

Matius 17:20 “… Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”

Iman itu memerlukan beberapa unsur didalamnya:

  1. Percaya (Believe)

Apa artinya percaya? Percaya artinya bukan sekedar yakin namun juga dari perbuatan/tindakan kita. Oleh karena itu jika kita benar percaya maka kita pasti akan melakukan tindakan. Jika kita ingin dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan kita kesehatan yang baik, maka bagian kita adalah melakukan sikap hidup yang sehat, jaga makan, olahraga, tidur yang cukup dll.

  1. Berharap (Hope)

Tuhan kita adalah Tuhan yang baik, oleh karena itu jika kita memiliki pengharapan dan selalu meminta dalam doa dengan persistensi dan tindakan yang nyata maka suatu saat Tuhan pasti akan menjawab doa kita. Kita harus selalu mencoba dan gagal, kita harus bangkit lagi dan mencoba lagi sampai kita berhasil, jangan putus asa.

  1. Bertindak (Action)

Dengan bertindak baru kita bisa mendapatkan hasil. Bertindaknya kadang diperlukan waktu yang cukup lama, namun tanpa pengharapan maka kita tidak akan dapat bertahan lama, namun kita tidak akan memiliki pengharapan jika kita tidak percaya.

Hambatan-hambatan dalam melakukan iman:

  1. Banyak alasan.
  2. Hilang semangat.
  3. Suka menunda.


____________________________________________________________________________________________

Ibadah Raya 2, Minggu, 29 Desember 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Ps. Goesti Agung Wijoyo


KEBAHAGIAAN

  

Semua manusia ingin mencari dan mengejar kebahagiaan. Namun firman Tuhan mengatakan bahwa “Tetapi carilah dulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33). Disaat kita mendahulukan kerajaan Allah, maka kebahagiaan akan senantiasa mengikuti kita. Untuk orang Kristen, kita mengejar sesuatu yang tidak kelihatan, tetapi sesungguhnya hal itu lah yang nyata. Inilah yang kita sebut iman.

Referensi Ayat : Mazmur 128 (Berkat atas rumah tangga)

Kita tahu bahwa orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang bahagia. Inilah yang membedakan cara kita sebagai orang Kristen dalam mencari kebahagiaan dibandingkan dengan cara duniawi (memenuhi kebutuhan daging). Di dalam ayat ini kita bisa melihat berkat materi, hubungan suami-istri dan orangtua-anak, juga berkat umur panjang bagi orang yang takut akan Tuhan. Disaat kita bekerja dan memerintah jujur dan adil sesuai hukum Tuhan, maka berkat materi yang luar biasa akan disediakan Tuhan dalam kehidupan kita. Disaat kita tahan uji terhadap berbagai masalah dan cobaan, maka kebahagiaan akan senantiasa meliputi rumah tangga kita.

Lalu bagaimana supaya kita bahagia? Jawabannya adalah dekat dan terus cari Tuhan. Caranya bukan hanya diukur dari jam berdoa, namun menggantungkan hidup kita kepada Tuhan. Disaat kita bisa terus dekat dengan Tuhan, maka kita akan menerima kuasa yang memerdekakan kita untuk tidak melakukan dosa. Dan disaat itulah kita akan merasakan kebahagiaan. Menurut orang percaya, mengejar kebahagiaan adalah mengejar Tuhan. Disaat kita mengejar Tuhan, maka Tuhan akan membantu mempermudah kehidupan kita. Bahagia adalah pilihan yang benar. Apa yang kita terima hari ini adalah hasil dari pilihan kita yang lalu. Kalau kita mengalami masalah yang berat hari ini, itulah akibat dari pilihan kita yang lalu.

 

Nikmatilah apa yang kita miliki, dan janganlah membandingkan milik kita dengan orang lain. Semua hal punya takarannya masing-masing. Cara kita mengejar kebahagiaan berbeda dengan cara duniawi mengejar kebahagiaan. Kebahagiaan yang dari Tuhan adalah kekal, dan kebahagiaan yang dari duniawi hanyalah bersifat sementara. Kejar dan carilah Tuhan terlebih dahulu, maka kebahagiaan akan disediakan Tuhan bagi kehidupan kita.



Ibadah Raya 2, Minggu, 22 Desember 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Dr. Jonathan Trisna


MEMBERKATI ALLAH 

  • Penterjemah Alkitab dalam Bahasa Indonesia menggunakan istilah “Puji Tuhan.” Dalam bahasa Inggris dan Ibrani menggunakan “Berkati Allah.”
  • Perumpamaan tentang Hamba : Lukas 17:7-10. Dua macam tugas :
  1. Membajak dan menggembalakan ternak : Para rasul, Nabi, Penginjil, Gembala dan Guru serta berbagai pelayanan lain: Maintenance gereja, kesejahteraan orang lain: menyediakan makanan dan pakaian, sekretariat, pelayanan panti (narkoba, jompo, yatim piatu), market place, “cuci mayat.”
  2. Menyediakan makan bagi sang Tuan: Praise and Worship, bagi semua orang dan tidak perlu ketrampilan, serta sangat menyenangkan Allah. Seorang benar-benar menjadi “Kekasih Allah”
  • Proskuneo (Anjing, depan) sebagai istilah untuk “menyembah”
  • Peringatan keras: Jangan menyediakan makanan basi—diberikan dari hidup berdosa (Yesaya 1:18) yang pasti akan ditolak Tuhan. “You can not bluff the Lord” dan kita tidak dapat “nebeng” pada orang lain ketika menyembah.
  • Bagaimana menjadi seorang penyembah?
  1. Anugerah semata.
  2. Setelah itu Dikejar dengan sekuat tenaga sepanjang sisa Hidup!
  • Pertanyaan penting:
  1. Apakah Yesus puas, dan tersenyum kenyang setelah ibadah kita?
  2. Apakah Ia menikmati penyembahan kita tiap hari?



Ibadah Raya 1, Minggu, 15 Desember 2013

Pkl. 08.30 Wib

Pembicara : Pdt. Budi Sastradiputra, M.Th


What the bible says about treating others ?

 

  1. Kita hidup bersama orang lain.
  2. Manusia yang hidup memiliki pikiran, perasaan dan keinginan.
  3. Semua orang memiliki harga diri.
  4. Pengalaman setiap orang berbeda.
  5. Manusia mahluk ciptaan Tuhan.

Ayat-ayat mendukung adalah :

-        Ulangan 5:16-21 – Kita harus menghormati orang tua kita apapun keadaanya / alasannya.

-        Amsal 14:31 – Kita tidak diberkati karena kita salah memperlakukan orang lain.

-        Amsal 17:5 – Jangan kita menghina orang lain.

-        Matius 22:39 – Kita harus mengasihi diri kita sendiri dahulu, baru kita bisa mengasihi orang lain.

-        Roma 12:5,9,10,13-21 – Kita harus menerima sesama kita sebagai angota keluarga kita.

-        1 Korintus 6:7,9,10 – Kita harus mengalah walaupun kita diperlakukan tidak adil/dirugikan.

-        Roma 13:1-3 – Kita tetap harus mempelakukan orang yang jahat dengan kita dengan baik. Pemerintahan disini berbicara tentang tunduk kepada otoritas.

 Studi kasus :

  • Kain dan Habel. Kain membunuh Habel, adiknya sendiri. Kain tidak perduli bahwa Habel itu adiknya sendiri. ini dikarenakan hati Kain yang bermasalah.
  • Ham dan Nuh (Kejadian 9:21-22). Ham tidak menghormati ayahnya sewaktu melihat ayahnya mabuk.
  • Miriam dan Harun mengenai Musa (Bilangan 12:1-2.9-10). Miriam menghina Musa, dan karena itu Miriam kena kusata.
  • Imam Eli (1 Samuel 2:12,29. Imam Eli lebih takut terhadap anaknya daripada Tuhan.
  • Daud dan Saul.
  • Daud dan Uria.
  • Haman dan Mordekhai (Matius 13:14,32).
  • Yesus memberi makan (Matius 13:14,32).
  • Yesus terhadap perempuan Samaria
  • Yesus terhadap perempuan yang berzinah.
  • Yesus terhadap perempuan yang mengurapi kaki-Nya.
  • Yesus terhadap Zakheus.
  • Yesus tentang Ia membayar pajak.
  • Yesus di bait Allah.
  • Yesus dengan anak-anak.
  • Yesus terhadap Petrus.
  • Yesus terhadap Yudas.

Siapakah sesama kita manusia ? Lukas 10:25-37

Definisi kasih adalah 1 Korintus 13:4-8a

Sesama manusia itu adalah diri kita sendiri. Hanya dengan kita memperlakukan orang lain seperti kita memperlakukan diri kita sendiri, disitulah orang lain itu bisa melihat Yesus di dalam diri kita.

“Let us treat others as the Bible says so!”

____________________________________________________________________________________________

Ibadah Raya 2, Minggu, 15 Desember 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Ps. Debby Catharina


Apakah hidup ?

Umur manusia kalau sampai 70 tahun dan jika kuat, 80 tahun (Mazmur 90:10). Kita harus merenungkan hidup ini, apakah arti hidup ini. Hidup bukan hanya dari kelahiran sampai kematian (birth to death), tetapi yang harus kita perhatikan adalah sebuah perjalanan dari kelahiran sampai akhir hidup kita.

3 hal yang harus kita perhatikan dalam hidup kita :

  1. Hidup ini adalah tentang membuat pilihan. Pilihan yang harus kita pilih adalah pilihan yang benar yaitu ada di dalam Ulangan 30:19 – kita mau memilih berkat atau kutuk dalam kehidupan kita.
  2. Hidup ini adalah suatu perjanjian yang kita buat dengan Tuhan. Kejadian 17:6-7 – Tuhan membuat perjanjian dengan Abraham. Perjanjian yang dibuat antara Tuhan dengan Abraham adalah bahwa :
  • Tuhan akan memberkati Abraham.
  • Tuhan akan membuat Abraham menjadi terkenal.
  • Tuhan akan membuat keturunannya banyak.
  • Tuhan membuat raja-raja dari kerturunannya.
  • Tuhan akan membuat dari keturunannya bangsa-bangsa akan diberkati.

3      Hidup adalah komitmen. Komitmen sangat penting, karena tanpa komitmen kita tidak bisa meraih destinasi Ilahi dalam kehidupan kita. Kalau kita mau berhasil dalam bidang pekerjaan kita, kita harus mempunyai komimen. Kalau hidup kita penuh dengan komitmen maka hidup kita akan penuh dengan keberhasilan.

Definisi komitmen adalah pada saat kita menerima suatu visi dari Tuhan, maka kita akan terus maju dan tidak akan mundur walaupun semua orang tidak mendukung kita. Tetapi banyak orang yang tidak berani melangkah dalam panggilan Tuhan.

4      Hidup adalah karakter. Saat ini sangat susah mempertahankan kesetiaan (orang yang mempunyai karakter). Galatia 5:22-23 – Tetapi buah Roh ialah : kasih ,sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar…. (Lukas 16:10).

5      Hidup ini adalah Kristus. Kristus harus menjadi pusat dalam segala sesuatunya. Maka dari itu kita akan mempunyai kehidupan yang seimbang. Filipi 1:21-22a – Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Hidup kita harus berbuah, sehingga orang lain bisa menikmati buah yang manis dari kehidupan kita.



Ibadah Raya, Minggu, 08 Desember 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Drs. Budi Sastradiputra, M.Th


Natal berarti kita merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus.                                                                                                                                                                    

Ada 3 pesan natal dibalik kelahiran Tuhan Yesus :

  1. Pesan Kasih.

Yohanes 3:16 – Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kenapa Yesus harus lahir ke dunia ? karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23), dan upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Supaya kita di dalam Dia dibenarkan / dibebaskan dari dosa dan mendapatkan kehidupan yang kekal. Ketika kita merayakan natal artinya kita sedang diingatkan akan kasih Allah yang besar. Yesus adalah bukti dari kasih dan penggenapan janji Allah.

 

  1. Pesan Iman.

Ibrani 11:1 - Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Peristiwa natal kalau kita lihat itu dipenuhi dengan iman. Contohnya : Maria yang menerima pesan dari malaikat bahwa ia akan mengandung seorang anak walaupun ia belum menikah. Maria menerima pasan dari malaikat itu dengan iman walaupun itu sesuatu yang tidak masuk akal bagi Maria dan harus menerima resiko yang akan dia hadapi. Kalau Maria tidak menerima pesan dari malaikat itu dengan iman, maka tidak akan terjadi apa-apa. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan kita. Tuhan kita terlalu besar untuk kita pikirkan dengan akal pikiran, kita hanya bisa percaya. Jadi iman itu bukan hanya sekedar perkataan yang kosong, tetapi harus punya dasar yang sesuai dengan Firman Tuhan. Kita harus banyak baca Firman Tuhan hari-hari ini, karena hari-hari ini akan semakin sulit.

 

  1. Pesan Sukacita.

Lukas 2:10-11 – Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Juruselamat adalah orang yang ahli dalam hal keselamatan.



Ibadah Raya 2, Minggu, 01 Desember 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Samuel Susijanto


Hati yang tulus dan jujur

Mazmur 37:37 - Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai aka nada masa depan.

Orang yang berintegritas adalah dasar kehidupan kita yang paling dalam. Orang yang berintegritas adalah orang yang suka berdamai dengan Allah dan manusia. Ini dimulai dari dalam diri kita yaitu kita harus mempunyai hati yang tulus dan jujur. 

1 Petrus 2:5 – Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Suatu keluarga harus dibangun dari batu-batu hidup yaitu orang-orang kudus, ini juga disebut persembahan rohani yang berkenan kepada Allah.

Kalau kita mau punya masa depan yang penuh dengan harapan, maka kita harus berdamai dengan Allah, dengan ini kita akan disebut berbahagia dan anak-anak Allah.

Dalam 2 Timotius 3:2, dijelaskan ada 2 hal yang membuat manusia berubah yaitu :

  1. Manusia mulai mencintai dirinya sendiri.
  2. Manusia menjadi hamba uang.

Kita harus menggunakan mata rohani lebih dominan dari pada mata jasmani kita sendiri.

Karakter orang yang mempunyai hati yang tulus dan jujur dalam Yehezkiel 36:31, adalah :

  1. Malu dan mual atas perbuatan dosa.

Kalau kita malu dan mual atas perbuatan dosa, maka diakhir hidup kita, kita akan menerima kemuliaan dari Allah. Dalam 1 Yohanes 3:9 dituliskan – setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih Ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Tuhan akan memberikan jalan keluar atas pintu-pintu yang tertutup. Kita mempuyai 3 unsur dalam diri kita yaitu tubuh, jiwa dan roh, ketiganya ini harus bertobat.

  1. Hidup karena kebenaran bukan karena pembenaran (Roma 10:2-3).

Jangan kita tertipu dengan apa yang kita lihat dengan mata jasmani, tetapi haruslah kita hidup dari kebenaran Firman Allah. Jika kita bertahan di tempat kita karena kebenaran, maka orang lain akan melihat bahwa Yesus ditinggikan. Roma 12 :2 – Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Kalau kita hidup karena kebenaran, maka kita akan berkenan di hadapan Allah.

  1. Haus dan lapar (Amos 8:11 – “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman Tuhan Allah, “ Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman Tuhan?.

Kira harus puasa supaya sehat rohani dan jasmani. Filipi 3:19 – Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Kalau kita tulus dan jujur, maka Tuhan tidak akan tinggal diam, Dia akan membela kita. Kita akan memasuki level yang lebih tinggi lagi. Ibrani 10:22 – Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.



Ibadah Raya 2, Minggu, 24 November 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. David Laban


Prinsip kebenaran dalam menunggu rencana Tuhan

Referensi ayat : Roma 8:26-30 - Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus…….

Salah satu jemaat yang Paulus rintis adalah jemaat di Roma. Banyak orang yang mengaku Kristen tetapi banyak mengalami tekanan-tekanan yang luar biasa. Dunia berkata, kalau banyak tekanan, maka kekristenan tidak dapat bertumbuh, tetapi kalau Roh Tuhan sudah bekerja, tidak ada yang bisa mencegahnya.

(28) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kita harus sadar / tahu siapa diri kita dihadapan Tuhan. Tuhan menginginkan kita bisa bertahan dalam menunggu kedatangan Dia untuk kedua kalinya. Tuhan membiarkan kita sebagai anak-anak-Nya menunggu, tetapi jangan biarkan Tuhan menunggu kita. Bila hari ini adalah hari perkenanan Tuhan bagi kita, bukalah hati kita secara pribadi bagi Dia. 

Ada 4 prinsip kebenaran dalam ayat 28 ini :

  • Rencana Tuhan dalam hidup kita selalu mendatangkan kebaikan, walaupun itu kejadian baik atau buruk dalam hidup kita. Contoh kejadian buruk yang mendatangkan kebaikan adalah Ayub. Jangan kita mau menerima yang baik saja dari Tuhan. Segala sesuatu bisa diselesaikan dan bukannya kita bisa terlepas dari berbuat dosa. Karena segala sesuatu ada konsekuensinya, tetapi kalau kita terjatuh dalam dosa maka kita harus mengaku dosa-dosa kita (1 Yohanes 1:9). Hal  yang paling penting adalah bahwa kita sudah ada di dalam kasih karunia Tuhan.
  • Allah turut bekerja artinya rencana Tuhan dalam hidup kita bersifat aktif. Contohnya : Janji Tuhan untuk memberikan anak perjanjian kepada Abraham. Banyak orang yang tidak sabar dalam menantikan janji Allah.
  • Dalam segala sesuatu artinya mencakup segala-galanya. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita , baik dan buruk, semuanya terjadi atas sepengetahuan Tuhan. Pencobaan berasal dari iblis, tetapi ujian berasal dari Allah. Kadang kala kita tidak mengerti perbedaan arti dari pencobaan dan ujian. Kesalahan dan kegagalan menyadari bahwa kita tidak sempurna. Maka dari itu kita perlu hikmat dari Tuhan.
  • Segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan artinya serasi. Tuhan tidak terpengaruh dengan apapun disekitar-Nya, maka dari itu, kita tidak boleh terpengaruh oleh situasi dan kondisi.

Jangan remehkan Tuhan, walaupun jalan itu buntu bagi kita, Tuhan pasti akan turun tangan bagi kita. Rencana Tuhan itu luar biasa dan indah pada waktu-Nya (Pengkotbah 3:11a). Kenalilah karakter Allah dalam menyelesaikan masalah. Kenalilah janji Allah dimana pun kita berada. Kenalilah jawaban Allah, walaupun jawabannya bisa ya, tidak atau tunggu.


Ibadah Raya 1, Minggu, 17 November 2013

Pkl. 08.30 Wib

Pembicara : Ps. Daniel Hendrata


Strategic Planning

Strategic planning adalah alkitabiah, karena Tuhan sendiri sebelum melakukan sesuatu, selalu merencanakannya terlebih dahulu.

Amsal 24:6,7 ,16 – Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak. Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang. Sebab tujuh kali orang benar jauh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Setiap strategic planning dapat diaplikasikan dalam setiap kita semua. Lingkungan kita / dengan siapa kita bergaul, itu dapat mempengaruhi cara berpikir kita, kepada jiwa kita. Maka dari itu kita harus tahu dengan siapa kita bergaul. Kalau kita bergaul dengan orang yang mengerti Firman Tuhan dan takut akan Tuhan , maka kita akan mendapatkan penasihat yang banyak yang mempunyai hikmat Tuhan. Kalau kita tidak mendapatkan nasihat yang berdasarkan hikmat Tuhan, maka kita akan mudah menjadi hancur.  Bencana dalam Amsal 24:16, berbicara tentang perubahan jaman. Perubahan  selalu terjadi. Kalau kita tidak siap dengan perubahan jaman, maka kita akan hancur. Tantangan apapun yang terjadi, kita harus melandasi penyelesaian masalah kita dengan firman Tuhan. Apapun langkah kita, selalu minta Tuhan berbicara untuk menyelesaikan masalah kita, jangan berdasarkan landasan manusia.

Strategic planning  adalah sebuah proses untuk berpikir dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Proses berbicara terus menerus. Berpikir untuk mengindetifikasi dan berencana.  Kalau kita tidak bisa mengidentifikasikan masalah kita, maka kita tidak bisa membuat strategic planning untuk menyelesaikan masalah itu. Percuma kita membuat perencanaan kalau kita tidak melaksanakannya.

Tetapi yang paling penting dari strategic planning selain berpikir adalah visi, dan komitment dalam suatu visi tersebut.

Keberhasilan dalam kehidupan ini dilandasi oleh :

  • Leadership yang bijak (wise). Pada dasarnya wanita ingin dipimpin, maka dari itu, sebagai kepala keluarga, harus bisa memimpin istri dan anak-anaknya. Bijak itu beda dengan kuat dan pintar. Tuhan menginginkan kita penuh dengan hikmat daripada pintar, karena hikmat lebih tinggi nilainya dari pada kepintaran.
  • Right Believing System.
  • Visi dan misi yang jelas.
  • Kesatuan (unity).
  • Sikap hati (attitude).
  • Karakter/sifat (character).
  • Komitment (commitment).
  • Ketahanan (endurance).

Kalau kita mau menjadi pemimpin yang baik,  kita harus tahu apa yang Tuhan mau lakukan dalam kehiduapan kita.

Visi dijelaskan dalam Amsal 29:18 – Bila tidak ada wahyu, menjadi lairlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. 

________________________________________________________________________________________

Ibadah Raya 2, Minggu, 17 November 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Ps. Daniel Hendrata


Hati Bapa

Maleakhi 4:5-6 – Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dasyat itu. Maka Ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Kalau kaum bapa dipulihkan, maka secara otomatis keluarga juga mengalami pemulihan.

Contoh bapa-bapa yang baik di Alkitab adalah Abraham memperanakan Ishak. Yosua adalah anak didik rohani / mentoring dari Musa. Daud menjadi seorang raja yang luar biasa karena Ishak. Salomo menjadi luar biasa karena Daud. Yusuf memperanakan Yesus Kristus.

Contoh bapa yang tidak benar / buruk : Saul memperanak Yonathan, Salomo memperanak Rehobeam, Eli memperanak Hofni dan Pinehas. Alois memperanakan Aldolf Hitler.

Betapa pentingnya hati seorang bapa di bangsa kita, karena itu yang menentukan masa depan bangsa kita. Karena kalau hati bapa hancur, maka bangsa itu otomatis akan hancurkan.

Hal-hal yang hanya dapat diberikan seorang bapa :

  • Identitas.

Betapa penting suatu identitas menurut firman Tuhan. Sewaktu kita dipulihkan, maka kita diberikan identitas yang baru oleh Tuhan (2 Korintus 5:17-Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang). Kita harus bisa memberikan identitas (self image) kepada anak-anak kita. Identitas juga berbicara tentang pertumbuhan / perkembangan jiwa. Iblis hari-hari ini berusaha mencuri identitas kita. Betapa penting kita sebagai seorang bapa untuk menjadi pemimpin yang baik dalam suatu keluarga. Banyak orang yang berhasil dalam bisnis mereka, tetapi keluarga mereka hancur, karena sebenarnya hati anak-anak mereka yatim (tidak ada mentoring dari seorang bapa). Gereja harus bisa menjadi spiritual covering bagi anak-anak yang tidak memiliki bapa.

  • Arti hidup.

Bapa harus bisa memberikan pengertian kenapa kita diciptakan di bumi kepada anak-anaknya. Tanpa arti hidup, maka orang itu akan terhilang tanpa tujuan hidup / hidup dalam pemberontakan. Pada waktu suatu keluarga mengenal Yesus sungguh-sungguh, maka kemiskinan tidak lagi menjadi masalah.

  • Visi.

Visi disini artinya visinya Tuhan. Kita harus men-support anak-anak kita. Firman Tuhan dalam Amsal 29:18a berkata Bila tidak ada wahyu (visi), menjadi liarlah rakyat. Visi adalah kemampuan untuk bisa melihat sesuatu yang jauh didepan kita dan berpikir apa yang akan kita lakukan selanjutnya.

  • Berkat.

Seorang bapa harus menyediakan pendapatan dan keamanan bagi keluarganya (fisikal dan jasmani).

  • Warisan.

Tanpa warisan anak bisa sengsara, tetapi warisan tidak selalu berbicara tentang harta saja, tetapi juga berbicara tentang nama baik. Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihin orang lebih baik daripada perak dan emas (Amsal 22:1). 



Ibadah Raya 2, Minggu, 10 November 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Drs. Budi Sastradiputra, M.Th


MENGERTI DAN MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN

  

Referensi ayat: EFESUS 5:15-17

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Saat ini Tuhan hanya ingin agar kita mengerti kehendakNya dan melakukan kehendakNya.

Mengapa kita harus mengerti kehendak Tuhan?

  1. Supaya kita menjadi orang yang arif.
  2. Supaya kita mempergunakan waktu dengan baik.

Hikmat itu bukan sekedar ide tapi hikmat adalah kebenaran sejati yang tertinggi yang terkadang kita memerlukan iman, karena hikmat itu di atas teori, data, pengetahuan dan pengalaman.

Mengerti kehendak Tuhan itu berarti mengenal kebenaran. Untuk bisa mengerti kehendak Tuhan diperlukan usaha.

Bagaimana cara mengusahakannya?

  1. Baca dan pelajari Alkitab setiap hari.

Baca Alkitab karena Alkitab adalah Firman Allah sendiri. Ketika kita mempelajari Alkitab berarti kita membuka diri kita untuk mengerti kehendak Allah. Mengerti kehendak Allah bukanlah hal yang mudah bagi orang yang selalu mengandalkan logika, karena logika bukan tempat Tuhan bekerja, Tuhan bekerja lewat iman.

  1. Bergaul erat dan intim dengan Roh Kudus.

Banyak berbahasa Roh supaya kita bisa selalu berkomunikasi dengan Tuhan. Roh Kudus akan selalu memimpin, mengajar dan memberitahukan apa yang akan terjadi di depan kita.

1 Yohanes 2:27 “… pengurapanNya mengajar kamu tentang segala sesuatu dan pengajaranNya itu benar … sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.”

Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Bukti dan dasarnya adalah Firman Tuhan, oleh karena itu kita perlu percaya kepada Firman Tuhan. Contoh: Ibrani 11:4 Habel mempesembahkan korban yang lebih baik dari pada Kain, Ibrani 11:7 Nuh mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya, Ibrani 11:11 Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu walaupun usianya sudah lewat, Ibrani 11: 22 Yusuf menjadi seorang pemimpin atas Mesir.

 


Ibadah Raya 2, Minggu, 03 November 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Petrus Halim

 

MEMILIKI HIDUP YANG BERKEMENANGAN

 

Referensi Ayat : Kis 23:2-5, Galatia 2:11-14, 2 Petrus 3:15

Bagaimana caranya supaya kita bisa hidup berkemenangan ?

  1. Sikap hati yang mau ditegur.

Kita harus bersyukur jika masih ada orang yang menegur kita. Kita juga harus meresponi sebuah teguran dengan positif. Semakin tinggi posisi seseorang, semakin sedikit orang yang bisa menegur orang itu.

Ibrani 4:12 “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun, ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum, ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”

Amsal 19:27 “Hai anakku, jangan lagi mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan.”

Namun jika kita menolak ajaran, pelan-pelan kita akan semakin jauh dari Tuhan. Satu sikap yang harus kita adopsi ada di dalam Yakobus 1:19 “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini; setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.”

  1. Mengaktivasikan iman, berdiri teguh diatas firman, dan berperang dalam roh.

Kalau kita menghadapi masalah, jangan berusaha untuk mencari solusi dari orang lain, namun kita harus mengaktivasikan iman kita dan berdiri atas iman serta firman Tuhan. Namun untuk melakukan itu memerlukan sebuah keberanian. Percaya pada firman Tuhan ada resiko nya, namun kita harus berani untuk mempertaruhkan iman kita agar bisa melihat hasil yang luar biasa yang akan Tuhan berikan pada kita (Mazmur 121:1-2 “… Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.”

  1. Melakukan semuanya seperti untuk Kristus.

Efesus 6:5 “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus.”

Kolose 3:22-24 “…Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia …”

Tolak ukur yang baik dalam bekerja adalah hati kita, dan hasilnya adalah dari Tuhan.

1 Tesalonika 5:24 “Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”

 Dalam Tuhan, kunci sukses adalah bukan apa yang kita lakukan kepada Tuhan, tetapi apa yang Yesus lakukan dalam kehidupan kita. Tuhan yang memanggil, Tuhan yang menggenapinya. Karena hasilnya bukan tergantung pada manusia, tetapi dari Tuhan Yesus. Apakah kita sudah membuka akses bagi Tuhan untuk masuk ke dalam kehidupan kita?

Jika kita taat kepada suara Tuhan, kita pasti akan tenang dan damai. Karena Tuhan yang akan memberikan hasilnya, bukan dari manusia. Seberapa yang ada pada kita, berikanlah kepada Tuhan, dan Tuhan lah yang akan memultiplikasikannya.

 


Ibadah Raya 1 dan 2, Minggu, 27 Oktober 2013

Pkl. 08.30 dan 10.30 Wib

Pembicara : Dr. Jakoep Ezra, Ph.D, CBC


5 Kekuatan pemimpin dimasa yang akan datang

Referensi ayat : Yesaya 9:6, Yohanes 14:12

Kepemimpinan 1000 tahun adalah ketika Yesus datang kedua kalinya, maka Yesus akan memimpin bersama-sama dengan kita dalam kerajaan 1000 tahun. Kalau kita ingin menjadi orang yang berdampak bagi sekeliling kita, maka kita harus mempunyai 5 kekuatan pemimpin dimasa yang akan datang. Dan Yesus mempunyai kekuatan itu. Kita harus belajar dari Yesus.

Yesus adalah sebagai :

  • Lambang kepemerintahan / Otoritas.

Otoritas adalah sebuah pengakuan dari sekeliling kita dari hasil sebuah proses dan dibatasi oleh pengakuan orang lain, bukan karena cangkokan atau dipilih. Contoh : kalau suami tunduk kepada otoritas Kristus, maka secara otomatis lama-kelamaan istri dan anak-anak akan tunduk kepada suaminya. Sumber otoritas yang tertinggi datangnya dari Tuhan. Otoritas tidak perlu posisi tetapi otoritas akan berfungsi dengan sendirinya. Setiap orang mempunyai otoritas walaupun sekecil apapun, kalau kita menjalankan fungsi kita sesuai dengan pekerjaan kita. Pada titik akhir jaman setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, dan inilah pengakuan / otoritas yang paling besar dalam sejarah. Di kepemimpinan akhir jaman, otoritas akan kita dapat kalau kita setia dalam setiap perkara yang kecil dan kita akan dipercayakan kepada perkara yang lebih besar. Otoritas diberikan Tuhan kepada kita, untuk menjalankan pekerjaan Tuhan dengan baik.

  • Penasihat yang ajaib (Yesaya 9:6).

Kita bisa menjadi berkat bagi orang lain. Konseling adalah pelayanan mendengar. Kita hanya sediakan telinga dan hati bagi orang lain. Tuhan mau kita menjadi telinga dan penasihat bagi orang lain. Arti konseling secara umum adalah menolong orang lain agar mereka mampu menolong dirinya sendiri, kita tidak perlu memberikan jalan keluar, kita hanya mendoakan saja.

  • Roh yang perkasa / kuat (Lukas 2:52).

Tanda-tanda orang yang kuat adalah kita bisa menginjak ular dan kalajengking (Lukas 10:19), karena … Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia(1 Yohanes 4:4). Roh yang kuat, akan mengalahkan roh yang ada disekeliling kita. Kita bisa kuat karena iman (Ibrani 11:1). Roh yang kuat juga akan siap untuk mengalami segala sesuatu. Roh yang kuat berasal dari beriman, pembacaan / menghafal Firman Tuhan, dan menghidupi / membagikan Firman itu dalam kehidupan kita.

  • Bapa yang kekal.

Bapa itu berbeda dengan instruktur karena bapa itu adalah mentor. Bapa selalu menginginkan anaknya menjadi lebih baik / lebih hebat dari dia. Kita bisa menjadi bapa kalau ada yang mengakuinya sebagai bapa. Ketika kita meninggikan Yesus, maka Yesus akan menarik banyak orang (Yohanes 12:32), jadi kebapaan bukan hanya sebatas bagi pria saja, wanita juga bisa menjadi bapa. Ketika kita menjadi bapa, maka kita tidak akan menjadi egois. Pengampunan bukan menguntungkan orang lain, tetapi untuk diri kita sendiri.

  • Pendamai.

Pendamai tidak membuat masalah. Yang disebut pendamai dimulai dari pikiran. Pikirkan segala yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar dan semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji (Filipi 4:8).

 


Ibadah Raya 1 dan 2, Minggu, 20 Oktober 2013

Pkl. 08.30 dan 10.30 Wib

Pembicara : Ps. Rovian Zabdi, SH., MA

 

FINISHING WELL

 

Referensi Ayat - 2 Tim 4:7 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

Hidup ini adalah seperti pertandingan, dimana kita mengharapkan untuk selalu menang. Tuhan kita Yesus Kristus sudah menang, dan kita tinggal mengulang kemenangan yang telah dibuat oleh Yesus. (Kolose 2:15 “Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka”).

1 Raja-Raja 11:26-31, 37-38

Dalam ayat ini berkisah tentang Yerobeam. Arti nama Yerobeam adalah orang yang memperluas. Yerobeam adalah seorang tangkas dan rajin (Pengkotbah 9:10 “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah dengan sekuat tenaga…”). Yerobeam juga adalah orang yang sering beribadah (2 Tawarikh 16:9 “Karena mata Tuhan menjelajah keseluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.”). Maka itu haruslah kita sungguh-sungguh dan tulus dalam beribadah kepada Tuhan.

Di ayat ke-37 Yerobeam diangkat menjadi Raja Israel. Oleh karena itu, jika kita setia kepada Tuhan maka suatu hari kita akan diangkat dan dipromosikan oleh Tuhan. Dan janganlah kita lupa bahwa promosi, jabatan dan berkat di dalam hidup kita adalah dari Tuhan. (Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”)

Bagaimana supaya kita bisa diangkat oleh Tuhan ? (1Raja-Raja 11:38)

  1. Mendengar segala yang diperintahkan Tuhan kepada kita.
  2. Hidup menurut jalan yang Tuhan tunjukkan.
  3. Melakukan apa yang benar di mata Tuhan.

 Janji – janji berkat Tuhan : (1Raja-Raja 11:38)

  1. Tuhan akan menyertai kita.
  2. Tuhan akan membangunkan bagi kita suatu keluarga yang teguh.
  3. Tuhan akan memberikan orang Israel kepada kita.

Janganlah kita melupakan Tuhan dan menjadi tinggi hati. Tetapi kita harus mengingat bahwa Tuhan-lah yang memberikan kekuatan dan kekayaan atas hidup kita (Ulangan 8:11-14, 17-18). Hasil akhir dari suatu pertandingan di tentukan oleh langkah akhir. Sama seperti hidup kita, jika kita mau hasilnya baik, maka kita harus mengambil langkah yang benar dan berkenan di hadapan Tuhan.

 

Ibadah Raya 1 dan 2, Minggu, 13 Oktober 2013

Pkl. 08.30 dan 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Budi Sastradiputra, M.Th


MELAKUKAN KEHENDAK BAPA

Ada pepatah mengatakan “Untuk sesuatu yang menyenangkan harus diatasi oleh yang lebih menyenangkan”. Seringkali manusia merasa nyaman dengan kondisi yang sekarang/tingkat kenyamanan. Namun jika kita ingin mengenal Tuhan, maka kita harus meng-ingini Tuhan lebih dari segalanya, lebih dari emas, perak dan permata (Filipi 1). Bergabunglah dengan komunitas-komunitas gereja seperti Cool, Doa Fajar, Doa Pengerja (SICC), The Upper Room sehingga kita bisa merasakan hadirat Tuhan lebih lagi didalam kehidupan ini. My Church is My Home.

Referensi Ayat : Yeremia 7:22-23

Di dalam ayat ini, Tuhan menghendaki kita agar kita mendengarkan suara-Nya, lalu mengikuti seluruh jalan yang diperintahkan kepada kita, supaya kita berbahagia. Kebahagiaan yang sejati bukan sesuatu yang diukur sesuai ukuran manusia, tetapi definisi kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa mendengarkan suara Tuhan dan mengikuti seluruh perintah-Nya.

Kisah 13:22 dan 36

Kita melihat dalam ayat ini tokoh yang dikenan Tuhan, yaitu Daud. Karena Daud melakukan segala perintah dan kehendak Tuhan pada zamannya. Dalam alkitab, hanya ada 3 tokoh yang berkenan di hadapan Allah, yaitu Daud, Henokh dan Yesus. Daud bukannya orang yang tidak melakukan kesalahan, tetapi Daud adalah orang yang mau dikoreksi dan mau bertobat serta tidak melakukannya lagi.

Jangan kita mengikuti hanya sebagian dari firman Tuhan (Matius 7:21-23), tetapi kita harus mengikuti seluruh firman Tuhan. Tidak semua hal-hal yang rohani itu merupakan kehendak Tuhan. Untuk mengerti kehendak Tuhan bukan lewat pendengaran, penglihatan dan panca indera, tetapi lewat hati yang intim mengenal Tuhan.  Jadi melakukan kehendak Tuhan bukan berarti kita tidak bisa berbuat dosa, tetapi yang terpenting adalah kita mau bertobat dan tidak melakukan kesalahan itu lagi.

Kolose 1:9-12

Untuk kita bisa mengerti kehendak Tuhan secara sempurna, maka kita harus medapat hikmat dan pengertian yang benar. Untuk mendapatkan hikmat dan pengertian yang benar, kita harus berdoa dengan tidak henti-henti. Maka dari itu kita akan :

  • Dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemulian-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar.
  • Mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapatkan bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

Jadi kita harus berkata seperti dalam Yohanes 4:34 “…. Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Jika kita melakukan kehendak  Bapa di dalam kehidupan kita, maka hidup kita akan berkenan di hadapan Tuhan.

 


Ibadah Raya 2, Minggu, 06 Oktober 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdp. Handrie Wirawan

Segala sesuatu bisa digoncangkan tetapi hanya kerajaan Allah yang tidak tergoncangkan. Ada janji Tuhan yang akan kita alami, tetapi ada bagian yang harus kita lakukan supaya janji Tuhan dapat digenapi dalam kehidupan kita. Salah satu janji Tuhan adalah seperti yang tertulis dalam Yesaya 48:18-19 yaitu damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti tetapi kita harus memperhatikan perintah-perintah Tuhan.

Perintah Tuhan yang harus kita perhatikan adalah:

  • Kita harus berlaku setia kepada Tuhan  (Amasl 20:6; Amsal 12:22). Kalau kita berlaku setia dan berkenan di hati Tuhan, maka janji Tuhan akan selalu beserta kita contoh seperti dalam ayat 1 Petrus 2:9 – kita menjadi bangsa yang terpilih menjadi imamat yang rajani dan bangsa kepunyaan Allah; Efesus 3:20 – Tuhan melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan dan pikirkan. Tuhan mau kita setia kepada-Nya karena Dia terlebih dahulu setia (1 korintus 1:9 – Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia).
  • Kita harus berlaku setia kepada keluarga (Ibrani 13:4 – Hendaklah kamu semua penuh hormat kepada perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah). 1 Petrus 3:7 - …., hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu , sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
  • Tuhan ingin kita hidup dengan jujur (Amsal 3:32 – karena orang yang sesat adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat).

Kita harus jujur dalam hal :

- Keuangan (persepuluhan - Maleakhi 3:8-11). Persepuluhan itu bukan kita menabur, tetapi persepuluhan itu adalah bagian Tuhan yang harus kita kembalikan. Tuhan akan membukakan tingkap-tingkap langit bagi kita dan menghardik belalang pelahap dari kehidupan kita. Kita akan diberkati oleh Tuhan kalau kita memgembalikan perpuluhan.

-  Segala aspek kehidupan. Kita akan menjadi terang dalam kegelapan kalau kita hidup jujur dalam segala aspek kehidupan kita. 



Ibadah Raya 1, Minggu, 06 Oktober 2013

Pkl. 08.30 Wib

Pembicara : Ps. Goesti Agung Wijoyo (ICON SCHOOL OF LIFE)

Cinta dan Pernikahan

Referensi ayat : Kolose 3:12-24

(12) Belas kasihan bukan berarti mudah mengampuni. Didalam suatu  keluarga, pengampunan sangat penting sekali, karena suami-istri hidup bersama selamanya. Kerendahan hati adalah bahwa kita menyadari kita bisa berbuat kesalahan dan kita juga bukan pribadi yang sempurna, sehingga kita bisa melukai orang lain, menyinggung orang lain, jadi jangan kita menuntut orang lain / pasangan kita untuk sempurna. Ketika kita dipulihkan, kita bisa mempunyai belas kasihan dan kerendahan hati.

(14) ayat ini berbicara tentang manusia baru yaitu kedewasaan rohani. Kalau kita menjadi manusia baru, pola pikir kita akan diubahkan oleh Kristus. Kalau kita sudah masuk dalam fase ini, maka baru kita bisa menjalin hubungan yang baik antara sesama kita. Kalau kita melakukan segala sesuatu / berkorban dalam suatu hubungan dengan kasih, maka itu tidak akan sia-sia. Tuhan akan memberikan kembali berlipat-kali ganda.

Hubungan itu sangat mudah pecah kalau kita tidak mempunyai landasan kasih di dalamnya. Jangan mengambil keuntungan dari suatu hubungan contohnya pasangan, anak kita atau siapapun. Kadang kita tidak menyadari sesuatu yang berharga, sampai sesuatu yang berharga itu hilang dari kehidupan kita. Suatu hubungan akan hancur kalau komunikasi terganggu / tidak lancar. Kita harus mempunyai quality time bersama pasangan kita. Hal-hal yang bisa membuat suatu komunikasi hancur :

  • Gangguan.
  • Keinginan, pencapaian dan tujuan yang berbeda.
  • Bahasa kasih yang berbeda. Bahasa kasih ada 5 yaitu :
    • Afirmasi – senang pujian.
    • Memberikan pembuktian dengan tindakan (act of service).
    • Menerima hadiah dari pasangan.
    • Kebersamaan (quality time).
    • Sentuhan.

Didalam suatu hubungan kita harus mengetahui bahasa kasih pasangan kita, supaya kita bisa lebih mengerti pasangan kita.

  • Amarah. Kita harus membangun suatu hubungan dengan komunikasi yang jelas. Jangan hanya diam saja dan langsung marah.
  • Tidak adanya pengampunan.
  • Konflik yang berkelanjutan yang tidak diselesaikan.

Hal-hal yang harus kita lakukan untuk memperbaiki suatu hubungan :

-  Kita harus mengambil waktu untuk mencocokan diri kita dengan pasangan kita. Kita harus mencari akar apa yang menyebabkan kita dan

-  Menyadari akan kesalahan/dosa kita. Jadi yang pertama kita harus meminta ampun dari Tuhan dan kedua kita harus mencari teman yang bisa dipercaya untuk mendoakan kita.

-  Mencari rekonsiliasi.

-  Minta maaf dengan sungguh-sungguh.

-  Mengandalkan Tuhan untuk mengubah hati.



Ibadah Raya 2, Minggu, 29 September 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdm. Timothy Abraham


Sebelum Tuhan menciptakan manusia, Tuhan menciptakan tempat tinggalnya terlebih dahulu. Tuhan menciptakan Taman Eden dulu sebelum Adam dan Hawa tinggal didalamnya.

Tempat tinggal sangatlah penting, contohnya seperti tanah perjanjian (Yosua 14:9 “….sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya…”), Kejadian 28:16 “…Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini…” artinya tempat tinggal kita haruslah menjadi pintu sorga, dan rumah Obed-Edom yang dijadikan tempat tabut perjanjian (2 Samuel 6:11 artinya Tuhan memberkati seisi rumah yang di dalamnya ada hadirat Tuhan).

Di dalam doa Bapa Kami, Tuhan mau kita mengundang dulu kerajaan Tuhan untuk datang dalam hati, pekerjaan, dan rumah tangga kita, baru berkat Tuhan akan turun atas hidup kita.

Tiga prinsip Kerajaan Allah supaya terjadi dalam kehidupan kita :

  1. Mengutamakan Kerajaan Allah dalam kehidupan kita.

Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.”

Tuhan selalu datang dan memberikan berkat-Nya pada kita setiap pagi (Ayub 7:17-18 ; Ratapan 3:22-23). Maka itu awalilah setiap hari kita dengan membangun hubungan kita bersama Tuhan.

  1. Kepala keluarga harus hidup benar di hadapan Tuhan.

Mazmur 128:1-3 (Berkat atas rumah tangga).

(1-2) Janganlah kita berdoa untuk meminta berkat untuk pekerjaan/usaha kita, karena Tuhan mengirimkan berkat atas rumah tangga kita. Dan jika kita ingin diberkati, maka rumah tangga kita harus benar terlebih dahulu. Yang menentukan rumah tangga kita diberkati adalah laki-laki yakni sebagai kepala rumah tangga. Maka dari itu, setiap suami harus takut akan Tuhan.

(3) Istri harus menjadi pohon anggur yang manis dan subur di dalam rumah tangga. Penolong hanya ada 2, yaitu roh kudus dan istri. Kita harus mempunyai quality time dengan keluarga kita. Hadiah terbesar bagi anak-anak adalah kebahagiaan orang tua. Keberadaan orang tua adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan bagi anak-anak. Rumah bukan berbicara tentang tempatnya, namun berbicara tentang orang-orang yang tinggal di dalamnya.

  1. Menjadi berkat bagi orang lain.

Lukas 6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncangkan dan yang tumpah keluar akan dicurahkan kedalam ribaanmu….”

Contohnya adalah kisah Yesus memberi makan lima ribu orang (Matius 14:17). Kita tidak boleh cinta uang lebih daripada cinta Tuhan (1 Timotius 6:10). Salah satu cara untuk mematahkan cinta kepada uang adalah dengan memberi.

Kita harus masuk ke dalam rumah. Rumah berbicara tentang hati, tempat tinggal, gereja, komunitas supaya kalau sekeliling kita mengalami goncangan, maka keadaan rumah kita tetap diberkati karena ada doa, pujian dan penyembahan secara unity 24 jam. 

 



Ibadah Raya 1, Minggu, 29 September 2013

Pkl. 08.30 Wib

Pembicara : Ps. Goesti Agung Wijoyo


Hidup memikirkan kebaikan Tuhan

 

Inti dari kekristenan adalah bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia. Tetapi kita tidak boleh menyia-nyiakan kasih karunia yang sudah diberikan oleh Tuhan.

Mazmur 23:1-6 – Tuhan, gembalaku yang baik.

(1-4) Kita tahu bahwa Tuhan selalu beserta dengan kita. Janganlah ketakutan ada dalam kehidupan kita, hanya karena kita melihat kenyataan yang ada di kehidupan kita. Janganlah janji Tuhan kita anggap sebagai ilusi, tetapi kita harus menganggap bahwa hal-hal yang rohani / spiritual itu adalah hal yang nyata. Karena hal yang nyata itu terjadi dari hal yang spiritual. Kalau spiritual kita kuat, maka dalam kehidupan nyata kita akan terjadi hal-hal yang baik. Kita harus selalu berpikir tentang kebaikan Tuhan dengan iman kita sepanjang hidup kita.

(5) Tuhan membela kita bukan hanya dihadapan orang-orang sekitar kita, tetapi juga dihadapan iblis yang mau menjatuhkan / melemahkan iman kita . Tetapi kalau kita tetap percaya dengan iman kita, maka Tuhan akan memberikan kemenangan bagi kita.

(6) Kebajikan dan kemurahan Tuhan akan selalu mengikuti kita. Kita harus terus intim dengan Tuhan. Setiap kehidupan kita harus ada unsur Tuhan didalamnya. Pastikan di dalam pikiran kita harus ada unsur Tuhan, supaya apa pun yang kita lakukan selalu mengikuti apa yang Tuhan mau. Kasih karunia Tuhan cukup bagi kita. Kalau ada perkenanan Tuhan, maka kita akan meraih kemenangan. Hal yang besar yang terjadi dalam kehidupan kita  bukan kebetulan, tetapi Tuhan turut campur dalam kehidupan kita. Tuhan selalu memberikan kita segala sesuatu yang baik dalam waktu yang terbaik. Dalam kehidupan, kita harus terus memikirkan kasih karunia Tuhan supaya kita tidak gagal. 1 Petrus 1:13 – Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Siapkanlah akal budi adalah dasarnya contohnya kita harus punya integritas dan pengharapan kita adalah bangunannya. Artinya kita mengalami / mengenal sendiri Allah kita secara pribadi bukan kata orang lain.  Umat yang mengenal Allahnya akan bertindak.

Markus 11:23-24 – dalam ayat ini Tuhan mau kita bukan hanya asal bicara, tetapi Tuhan mau kita benar-benar percaya. Kalau kita intim dengan Tuhan, maka baru kita bisa percaya. Kalau kita benar-benar percaya baru sesuatu yang besar bisa terjadi dalam kehidupan kita.

Roma 12:3 - ….Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan,….  Artinya dalam ayat ini, Tuhan punya untuk kita sesuai dengan ukuran iman, karakter, integritas kita supaya kita jangan jatuh dalam dosa. Kita harus menaikkan limit kita sedikit demi sedikit. Tuhan tidak akan memberikan kita sesuatu yang besar kalau kapasitas kita belum cukup, karena ini akan membahayakan kehidupan kita.

Kasih karunia Tuhan selalu menyertai kita. Kalau ada Tuhan dalam kehidupan kita, jangan takut dalam menjalani kehidupan kita. Kadang kala kita tidak sadar kalau Tuhan sudah memberikan segala sesuatu yang besar dalam kehidupan kita. kita hanya minta, minta dan minta sesuatu yang ada dalam pikiran kita saja. Biarlah kita selalu melihat kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita.

 



Ibadah Raya 1 & 2- Minggu, 22 September 2013

Pkl. 08.30 dan Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Drs. Budi Sastradiputra, M.Th

 

Kehidupan yang saleh

Kita harus mempunyai kunci Daud untuk membuka pintu-pintu yang selama ini tertutup. Kunci Daud adalah kunci yang harus kita punya untuk masuk ke dalam tahun Ayin Dalet (5774). Kunci Daud adalah hati Daud yaitu hati yang berkenan dihadapan Tuhan. Kehidupan yang Tuhan inginkan hari-hari ini adalah kehidupan yang saleh / kehidupan Kristen yang sungguh-sungguh. Daud adalah seorang prajurit, maka kita juga harus berjaga-jaga memasuki peperangan rohani.

Referensi ayat : 2 Petrus 3:1-15 (Hari Tuhan)

(1-2) Dalam ayat ini Petrus ingin agar jemaat Tuhan harus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus.  Kekristenan hari-hari ini hampir luntur. Kekudusan hidup sangatlah penting dan Petrus pada saat itu berusaha menghidupkan pengertian yang murni tentang kekristenan itu dengan peringatan-peringatan. Pengertian yang murni artinya pentingnya membaca Alkitab. Alkitab adalah Firman Allah, dan bukan sekedar buku, karena dalam 2 Timotius 3:16-17 – Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk segala perbuatan baik. Amsal 1:1-7 dikatakan bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

(3-7) Petrus selalu meperingati kita, kalau kita tidak baca Firman Allah, kita tidak tahu kalau kita sudah berada di akhir zaman, dimana orang banyak hidup menuruti hawa nafsu dan kenikmatan duniawi. Tuhan Yesus akan segera datang. Contohnya dalam Matius 24:37-39. 

(8-10) Hati-hati terhadap lingkungan kita, jangan sampai terbawa arus lingkungan kita yang tidak melekat dengan Tuhan, yang menganggap tidak ada kedatangan Tuhan yang kedua. Jangan sampai kita lengah karena janji Tuhan tidak kunjung tiba. Tetapi yang harus kita pegang bahwa Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya. Tetap berdoa untuk saudara-saudara kita yang belum mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kalau Tuhan belum datang sampai saat ini, kita harus bersyukur kalau kita masih diberi kesempatan untuk lebih sungguh-sungguh lagi. Tuhan mau kita siap sedia dan berjaga-jaga karena Tuhan datang dengan tiba-tiba. Kisah 17:30 – Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitahukan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. Jangan kita berpikir kalau kedatangan Tuhan untuk yang kedua kali masih lama.

(11-15) Betapa suci dan salehnya kita harus hidup. Kita harus berusaha agar kedapatan tidak bercacat dan bernoda dihadapan Allah. Bukan dihadapan manusia, tetapi dihadapan Allah harus tidak bercacat dan bernoda. Pikiran, tingkah laku, perkataan dan lain-lain secara keseluruhan tidak boleh ada cacat dan noda. Kita harus selalu membawa kehidupan kita kehadapan Tuhan untuk dikoreksi. Harus punya hubungan yang intim dengan Tuhan.

Kita harus seperti Daud. Tuhan berkata bahwa Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku (Kisah 13:22). Daud bukan orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi Daud selalu bertobat dan berusaha menyenangkan hati Tuhan. Kita harus seperti Yosua juga, yang berkata bahwa “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (Yosua 24:15).

Biarlah kita lebih hati-hati lagi dalam kehidupan kita. Jangan sombong, jaga setiap aspek kehidupan kita. Lewat proses kehidupan, Tuhan sedang memperbaiki kehidupan kita menjadi lebih sempurna. Maka itu jangan lari dari prosesnya Tuhan.

 

……….TUHAN YESUS MEMBERKATI……….



Ibadah Raya 1 - Minggu, 15 September 2013

Pkl. 08.30 Wib

Pembicara : Pst. Tylio Lobman

 

KITA LEBIH DARI PEMENANG 

Yesaya 59:19 – Maka orang akan takut kepada nama TUHAN di tempat matahari terbenam dan kepada kemuliaan-Nya di tempat matahari terbit, sebab Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas TUHAN.

Kalau kita sebagai orang Kristen dan penuh dengan Roh Kudus, maka kita ada di tempat yang panas artinya tidak suam-suam kuku. Kalau kita panas dengan Tuhan, maka iblis akan menyerang kita dengan apa yang dia punya, karena kita adalah anak Tuhan. Kalau iblis menyerang kita dengan kuat, maka Roh Kudus meningkatkan pertahanannya kepada kita, artinya kita dapat mengalahkan iblis dengan mudah, karena kita mempunyai senjata Roh Kudus. Iblis tidak punya senjata, tetapi ia hanya punya tipu muslihat untuk menyerang kita. Kalau iblis tidak pernah menyerang kita, maka kita harus berpikir apakah kita berada dijalur yang benar.  

3 tipu muslihat iblis untuk menyerang kita :

  • Ketakutan
  • Dusta
  • Kebimbangan

Kita harus mempunyai perlengkapan senjata Allah untuk mengalahkan iblis. Tanpa iman kita tidak bisa menyembah Tuhan.  Kalau kita tidak mempunyai Yesus, maka kita akan berada dalam masalah, karena dalam 1 Yohanes 4:4 berkata - …. Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia.

Kalau kita menjagai pikiran kita, maka kita bisa menghindari serangan iblis, karena iblis menyerang kita melalui pikiran. Roma 12:2 – Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Iblis adalah bapa dari pendusta. Kita memerlukan 100% perlengkapan senjatan Allah, tidak boleh ada celah-celahnya.

Efesus 6:10-20 – Perlengkapan Rohani

Kita membutuhkan ketopong keselamatan, yaitu kita harus menjagai pikiran kita, dengan cara mengerti firman Tuhan untuk mengalahkan iblis. Berbajuzirahkan keadilan artinya hati kita harus benar. Berikatpinggangkan kebenaran artinya kita tidak boleh berdusta. Pedang Roh yaitu Firman Allah, yaitu Ibrani 4:12 – Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun;…… Berkasutkan kerelaan. Tetapi kalau kita sudah mempunyai semuanya itu, tetapi ada satu yang tidak kita kenakan, maka tetap saja iblis bisa menyerang dari celah yang ada.

Setiap iblis menyerang kita, maka kita bisa berpegang firman Tuhan dalam Lukas 10:19 – Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

Jangan kita hanya pasif saja sewaktu iblis menyerang kita, kita harus menyerang balik dan mengusir iblis dari dalam kehidupan kita. kita adalah anak-anak kerajaan Allah, kita adalah orang-orang yang lebih dari pemenang. Satu-satu ya kuasa yang iblis punya adalah kuasa yang kita berikan kepada dia, itulah yang iblis pakai untuk menyerang balik kita. Contohnya : menonton film yang tidak benar seperti film horror, mendengarkan musik yang salah dll. Karena kegelapan menarik kegelapan.

Beberapa dari kita sebelum mulai pertempuran sudah kalah karena kita tidak memahami firman Tuhan dengan benar. Setiap kali Tuhan mengalahkan iblis, selalu berkata ada tertulis….

3 senjata untuk mengalahkan iblis adalah :

  • Firman Tuhan. Amsal 18:21 – Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Maka dari itu kita harus selau memperkatakan firman Tuhan. Katakan kepada atmosfir kehidupan kita sesuatu yang baik.
  • Darah Yesus. Iblis tidak akan tahan dengan darah Yesus. Sewaktu tulah ke 10 dilakukan, bangsa Israel mengoleskan darah domba yang dioleskan di depan pintu rumah mereka sehingga anak sulung mereka tidak binasa.
  • Berbahasa Roh. Berbahasa Roh ini membuat roh kita kuat.
  • Sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu (…… for the joy of the Lord is your strength - Nehemiah 8:10).

 


 

Ibadah Raya 2 - Minggu, 15 September 2013

Pkl. 08.30 Wib

Pembicara : Ev. Lily Sulistyo

 

KASIH 

Hari-hari ini banyak sekali orang kehilangan kasih, karena orang lebih mementingkan diri sendiri.  Alkitab berkata dengan jelas bahwa Tuhan adalah kasih. Dunia sering berkata bahwa cinta yang terbesar adalah cinta dari orang tua atau pasangan kita, dan cinta itu diukur dengan apa yang kita dapatkan.

Tetapi Tuhan kasih contoh yang luar biasa tentang cinta dalam kitab Yohanes 4:1-26 yaitu tentang percakapan dengan perempuan Samaria. Yesus dengan sengaja datang ke kota Sikhar ini menuju sumur siang-siang untuk minum supaya Yesus bisa bertemu dengan perempuan Samaria ini secara pribadi. Yesus datang bertemu dengan perempuan Samaria ini untuk menunjukkan bahwa semua orang perlu mendapatkan cinta yang sejati. Perempuan Samaria ini sedang mencari cinta yang sejati. Yang paling penting kita harus mengerti tentang cinta yang tanpa kondisi / cinta tanpa syarat. Tidak ada orang yang mengerti tentang cinta ini kalau orang tersebut tidak mengenal Yesus.

Yesus adalah contoh cinta yang tidak bersyarat  (Yohanes 3:16 – Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Kalau hidup kita dipenuhi oleh cintanya Tuhan, maka kita bisa menjalankan amanat agung yang diberikan Tuhan  dalam Matius 22:37 kepada kita yaitu :

  • Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu. Hanya cinta yang murni yang dapat bertahan dalam dunia ini.
  • Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Contohnya dalam Efesus 5:25-26 – Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, artinya suami harus mengasihi istri tanpa syarat seperti Kristus. (33) …..istri hendaklah menghormati suaminya, artinya istri harus tunduk tanpa syarat.

Didalam gereja, keluarga atau dimana pun kita berada kalau kita dipenuhi kasih, maka akan menyelesaikan banyak masalah. Setiap orang pada dasarnya egois, maka dari itu kita perlu kasihnya Tuhan. Apalagi dalam mendidik anak-anak, kita sangat membutuhkan cintanya Tuhan supaya kita bisa memberikan yang terbaik buat anak-anak kita sesuai dengan firman Tuhan. Kenapa kita harus mendidik anak-anak kita sesuai dengan firman Tuhan, karena firman Tuhan dalam Kejadian 2:24 berkata Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan  bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Tuhan adalah kasih itu sendiri. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung sesuatu. Kasih tidak berkesudahan…. (1 Korintus 13:7).  Tuhan ingin kita saling mengampuni. Biarlah kita dipenuhi dengan cinta yang tanpa syarat ini.

  

……….TUHAN YESUS MEMBERKATI……….



Ibadah Raya 1 - Minggu, 08 September 2013

Pkl. 08.30 wib

Pembicara : Ps. Rovian Zabdi

 

MENGATASI KETAKUTANMU

 Referensi ayat : 2 Timotius 1:7 – Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Hari-hari ini banyak orang dilanda ketakutan. Contohnya ketakutan akan krisis, ketakutan akan kerusuhan dll. Ketakutan itu adalah bukti-bukti palsu yang tampaknya nyata. Tetapi kita sebagai orang Kristen tidak boleh takut, karena kita mempunyai Allah yang hidup. Dalam Yosua 1:1-9 dikatakan Yosua mengalami ketakutan, karena sewaktu bangsa Israel mau masuk tanah Kanaan, Musa sebagai pemimpin mereka meninggal. Tetapi dalam ayat ini, 3 kali Tuhan berkata kepada Yosua “kuatkan dan teguhkanlah hatimu”. Kalau Yosua sebagai pahlawan bisa ketakutan, wajar bagi kita bisa mengalami ketakutan juga, tetapi jangan sampai ketakutan itu membelenggu kita.

Ada 4 hal yang bisa melepaskan kita dari ketakutan :

  • Kita harus melupakan kegagalan masa lalu. Filipi 3:13 – Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.

Tuhan tidak tertarik dengan masa lalu kita, Ia lebih tertarik dengan masa depan kita (Amsal 23:18-Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang). Jangan tinggal dalam kegagalan kita. Pemenang tidak pernah menyerah. Kita harus tetap bangkit kalau kita jatuh/gagal.

  • Jangan bersandar kepada pikiran kita sendiri. Amsal 3:5 – Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Pikiran adalah medan perang kita setiap hari. Karena iblis bisa menaburkan sesuatu yang jahat dalam pikiran kita. Tetapi ingatlah bahwa Tuhan sudah memberikan ketopong keselamatan yang berguna untuk mematahkan serangan-serangan panah api si jahat. Ketika kita memasukakan pikiran yang negative atau yang jelek, ini akan berpengaruh bagi kehidupan kita.

  • Siap melepaskan segala sesuatu. Filipi 3:8 - …….Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Kalau kita mau ikut Tuhan, maka kita harus siap melepaskan segala sesuatu dalam kehidupan kita. Orang yang tidak bisa melepaskan segala sesuatu bagi Tuhan adalah orang-orang yang masih terikat dengan ketakutan. Lukas 14:33 – Demikian pulalah tiap-tiap orang diantara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. Kekayaan bisa jadi mammon bagi Tuhan. Kalau kita mau melepaskan segala hak kita bagi Tuhan, maka kita percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kehidupan kita.

  • Bertindak dengan penuh keberanian. 2 korintus 3:12 – Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian,

Ketakutan harus dilawan dengan tindakan keberanian. Setelah Yosua selesai meratapi kematian Musa, Ia mengambil tindakan akan membawa bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan dalam 3 hari kedepan. Yosua bertindak dengan penuh keberanian saat Musa sudah tidak ada dan bangsa Israel sedang kacau. Tuhan memang akan memberikan jawaban tetapi kita tetap harus melangkah. Jangan sampai kita takut mengambil keputusan karena dalam Mazmur 37:24 tertulis Apabila ia jatuh, tidaklah sampa tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya. Jangan sampai kita hanya  diam saja pada saat Tuhan memberikan pertolongan.

 


Ibadah Raya 2 - Minggu, 08 September 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Risa Solihin

 

KUNCI KERAJAAN ALLAH

Kita sedang masuk dalam musim yang baru, yakni tahun Ayin Dalet. Waktu kita dengan Tuhan berbeda dengan waktu kita, namun Tuhan selalu bekerja dalam waktu-Nya.

Referensi Ayat : Wahyu 3:7-8

Dalam ayat ini, berbicara tentang jemaat di Filadelfia yang merupakan jemaat yang tidak pernah dicela. Arti Filadelfia sendiri adalah unity, cinta persaudaraan. Namun pada saat ini, unity menjadi sesuatu yang langka. Unity akan menjadi modal dasar untuk Yesus menyatakan kemuliaan-Nya. Maka itu kita harus memulai Unity dari organisasi yang paling kecil, yakni keluarga. Definisi bahagia masing-masing manusia berbeda, namun semua orang sepakat bahwa keluarga yang bahagia adalah segalanya, yang dapat membawa unity gereja dalam kota sampai negara-negara.

Dalam ayat 7 berbicara tentang adanya pengutusan malaikat. Jadi di tahun Ayin Dalet ini, pelayanan malaikat akan semakin intens. Huruf Dalet (angka 4) artinya adalah pintu / gerbang. Pintu ini merupakan pintu surga, dimana tidak selamanya terbuka. Jadi, jika kita terpanggil untuk masuk ke dalam pintu kerohanian yang lebih dalam, maka kita harus segera masuk.

Dalam ayat 8 berbicara bahwa Tuhan tahu segala pekerjaan kita, namun seringkali kita berpikir bahwa kita bisa menyembunyikan sesuatu dari orang – orang di sekitar kita, namun tidak di hadapan Tuhan.

Arti kata Dalet yang lainnya adalah miskin di hadapan Allah (Matius 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga.”). Contohnya bisa kita lihat pada Kipa. Kipa menggambarkan kerendahan hati bagi orang Israel, yang menyatakan bahwa kepandaian, kekuatan mereka hanya setinggi Kipa, dan diatasnya adalah Yehova.

Kata “telah” dalam ayat 8 itu artinya kasih karunia. Kita harus selalu ingat bahwa Tuhan Yesus- lah yang rela mati bagi kita, bukan orang – orang di sekeliling kita.

Sukses terbesar adalah melakukan kehendak Allah. Contohnya bisa kita lihat pada Yusuf. Walaupun dia menjadi budak, dan di penjara di Mesir, tetapi dia tetap melakukan kehendak Allah.

Kita harus bergegas masuk dalam kerajaan Sorga, karena pintu Sorga tidak selamanya terbuka. Jadilah orang bijaksana yang cepat masuk ke dalam pintu kerajaan Sorga , bukan menjadi orang bodoh yang berlama – lama dan terlena pada dunia. Jangan lepaskan kunci Daud dalam kehidupan kita, karena kunci Daud adalah Yesus sendiri.

  

*****TUHAN YESUS MEMBERKATI*****


Ringkasan Kotbah GBI ICON

Minggu, 01 September 2013

Pembicara : Ps. Goesti Agung Wijoyo

 

KEJENUHAN

Kita semua pasti pernah mengalami kejenuhan. Kejenuhan disebabkan oleh berbagai faktor, yakni salah satunya rutinitas kita yang menyebabkan stagnasi. Walaupun kita sudah mencapai kesuksesan, jika kita tidak hati-hati melakukan improvisasi (hal-hal baru), maka kita juga bisa mengalami kejenuhan. Bahkan orang yang hidupnya terlalu nyaman juga bisa jenuh.

Tetapi kita sebagai orang percaya, memiliki “Enthusiasm” yang berasal dari 2 kata yakni En (di dalam) dan Theos (Tuhan). Kita bisa bangkit dari titik jenuh itu, dengan kekuatan Roh Kudus Allah yang memampukan kita menciptakan hal-hal baru. Sehingga membuat diri kita “Attractive” di mata orang lain.

Kejenuhan merupakan satu tanda agar kita bisa keluar dari comfort zone, sehingga kita bisa menghasilkan karya yang kreatif dari Allah yang dinamis. Dan kejenuhan sama sekali tidak berhubungan dengan uang. Justru orang yang punya segalanya namun tidak mengenal Tuhan-lah yang memiliki jumlah kejenuhan lebih tinggi. Contohnya dapat dilihat di 2 Samuel 11:1-15, di dalam ayat ini, Daud juga mengalami kejenuhan, ia tidak ikut berperang dan justru jatuh dalam kejenuhannya (dosa). Daud malah menyalahgunakan kekuasaan yang dia miliki. Kecenderungan orang melakukan dosa adalah disaat seseorang berada di dalam kejenuhan.  

Ketika kita mencapai suatu yang luar biasa, artinya kita diberikan berkat dari Tuhan agar kita bisa berdoa mengucap syukur dan membagikannya kepada orang lain yang berkekurangan. Namun kita juga tetap harus berhati-hati untuk menggunakan harta serta melakukan pelayanan di gereja, agar tetap bisa mempunyai sikap antusias di dalam kehidupan kita. Dan disaat kita diangkat, dipromosikan itu semua karena dari Tuhan. Maka itu janganlah kita menyombongkan diri jika punya kekuasaan (power), karena itu semua Tuhan yang memberikannya. Di hadapan Tuhan tidak ada yang tersembunyi, jadilah orang yang tulus dan bersih hatinya. (Daniel 2:22 “Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tau apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.”)

Cara agar kita bisa meninggalkan kejenuhan itu adalah :

  1. Menangkap visi misi Tuhan dan melakukannya.
  2. Selalu antusias di dalam kehidupan kita.

 

*****Tuhan Yesus Memberkati*****


Ibadah Raya 1 - Minggu, 25 Agustus 2013

Pkl. 08.30 Wib

Pembicara : Ps. Tylio Lobman

 

Hubungan suami dan istri

 Efesus 5:22-24 – Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah istri kepada suami dalam segala sesuatu.

Ayat ini tidak boleh dijadikan senjata bagi suami untuk menyerang istri. Tetapi ayat ini harus sebagai ayat andalan bagi para istri. Biar bagaimanapun sikap dan perbuatan suami, istri harus tetap tunduk kepada suami. Suami istri bukan hubungan sebagai atasan dan bawahan, tetapi harus sebagai suatu hubungan yang seimbang.

Efesus 5:25-33 – Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikan dengan memandikannya dengan air dan firman………

Suami yang mengasihi istrinya pasti mengasihi dirinya sendiri. Suami adalah kepala dari sebuah keluarga, dan istri harus tunduk pada suami. Kalau suami tidak  bertanggung jawab kepada keluarga, artinya dia tidak punya hak disebut sebagai kepala keluarga. Begitu kita masuk dalam pernikahan tidak ada lagi kata saya, yang ada hanyalah kata kita. Alkitab berkata kalau kita menikah dua sudah menjadi satu.

Suami butuh waktu untuk berpikir, tetapi istri butuh kasih dan perhatian sewaktu membicarakan masalah. Hari-hari ini yang membuat keluarga-keluarga hancur karena banyak salah pengertian / kurang komunikasi. Istri berusahalah untuk mendukung suami dengan tidak banyak komplain. Suami belajarlah untuk memberikan perhatian lebih kepada istri.

Jangan pernah menanggap rendah intuisi perempuan, karena Tuhan memberikan ketajaman / kepekaan kepada seorang istri sebagai penolong.  Kalau suami ingin melakukan sesuatu dan istri tidak merasakan tidak benar, maka istri yang benar akan berdoa. Kalaupun tindakan / keputusan suami salah, istri tetap harus memberikan dukungan kepada suami, dengan perkataan dan tindakan yang baik. Ini yang disebut istri yang berhikmat.

Sebagai suami juga jangan membangun kerajaannya sendiri dengan mengacuhkan istrinya karena dianggap istri harus tunduk kepada suami dan merasa suami itu adalah boss dalam keluarga. Pernikahan bukan suatu yang harus kita tunjukan kepada orang luar kalau kita adalah pasangan yang serasi. Jangan kita  menjadi  aktor-aktor yang hebat. Tetapi kita harus menjadi suami istri yang kuat dan kokoh yang mengasihi satu dengan lainnya dalam kehidupan yang nyata. Karena itu pernikahan harus melibatkan tiga pihak yaitu suami, istri dan Tuhan. Dalam pengkotbah 4:12 – Dan bilamana seseorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

Yang paling penting para suami lihat dalam para istri adalah istri adalah anak perempuannya Tuhan, ini akan membuat suami  lebih menghargai, mengasihi, dan belajar dari para istri. Jangan menunggu istri / suami berubah lebih dahulu, tetapi biarlah mulai dari kita lebih dahulu.

 

Ibadah Raya 2 - Minggu, 25 Agustus 2013

Pkl. 10.30 Wib

Pembicara : Pdt. Welyar Kauntu


Prioritas Hidup kekristenan

Efesus 5:14-20 – Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang yang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan………….

(ayat 15) Kita diminta untuk memperhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup. Tuhan mau kita hidup dengan bijaksana, seperti 5 gadis bijaksana yang mempunyai persediaan minyak (Matius 25). Artinya kita harus selalu dipenuhi oleh Roh Kudus. Kalau kita mengerti kalau Tuhan akan segera datang, maka kita akan mempergunakan waktu kita dengan bijaksana dan berjaga-jaga.

(ayat 16) Kalau kita salah mempergunakan waktu kita, maka yang jahat bisa menimpa kita. Mazmur 90:12 – Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

(ayat 17) Ayat ini berbicara tentang prioritas kehidupan kita. Prioritas kita adalah :

  • Hubungan kita dengan Tuhan. Matius 6:33 – Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Kalau kita memprioritaskan Tuhan, maka Tuhan akan memberkati kita berlimpah-limpah. Contohnya : Maria dan Marta dalam Lukas 10:42 - ….Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.

Tuhan mau melihat apa yang menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Kesaksian-kesaksian dalam Alkitab untuk membangun hubungan dengan Tuhan adalah melalui doa, pujian dan penyembahan. Termasuk membaca firman Tuhan. Ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Melalui ini kita bisa mencurahkan isi hati kita dengan Tuhan dan hubungan kita dengan Tuhan akan menjadi semakin intim. Prioritas berbicara tentang kualitas bukan kuantitas. Yang Tuhan mau adalah hubungan dengan Dia bukan formalitas. Hadirat Tuhan akan membuat perubahan dengan emosi, sikap, tindakan, keputusan dalam hidup kita. Dan ini mempergaruhi kita dalam prioritas ke 2, 3 dan seterusnya.

  • Keluarga
  • Pekerjaan / Pelayanan

(ayat 18) Anggur bukan hanya berbicara tentang minuman, tetapi juga berbicara segala sesuatu yang ada di dunia yang membuat kita terikat / membuat kita mabuk dengan sesuatu. Ciri-ciri kita kalau kita mabuk oleh sesuatu adalah lupa diri akan prioritas hidup kita. Maka dari itu kita harus hidup penuh dengan Roh. Karena seorang yang penuh dengan Roh Kudus akan ada alarm dalam dirinya yang membuat dia berjaga-jaga akan dosa.

(ayat 19) Ayat ini berbicara bagaimana kita menjaga supaya api Roh Kudus tetap menyala. Orang yang mempunya Roh Kudus dalam dirinya akan selalu beryanyi dan memuji Tuhan dalam hatinya dan akan menjaga hatinya dalam penyembahan. Tuhan mau kita hidup sebagai penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; Sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian - Yohanes 4:23.

Mazmur, kidung puji-pujian dan nanyian rohani. Ini adalah tiga bentuk pujian orang yang penuh Roh
Kudus yang mengalir dalam hatinya.

  • Mazmur adalah nyanyian spontan. Seorang yang suka bermazmur adalah orang yang suka mengungkapkan perasaannya dengan Tuhan. Daud berkata curahkanlah isi hatimu kepada Tuhan.
  • Kidung pujian adalah lagu-lagu baku yang semua orang bisa menyanyikan. Beda dengan Mazmur, karena mazmur adalah personal dengan Tuhan.
  • Nyanyian rohani adalah nyanyian dari Roh / dalam Roh. Ini adalah yang sangat berkuasa, dan paling sulit. Kalau orang sedang bernyanyi dalam Roh maka orang tersebut sedang mempersiapkan dirinya akan sesuatu yang besar.

 

……….TUHAN YESUS MEMBERKATI………

 


Ibadah Raya 1 - Minggu, 18 Agustus 2013

Pkl. 08.30 wib

Pembicara : Ps. Rovian Zabdi, SH., MA.


Menjalani kehidupan yang penuh arti

 Referensi ayat : Galatia 5:1 – Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

 

Pemazmur mengajarkan kita di Mazmur 90:12 – Ajarilah kamu menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kita menjadi orang merdeka tidaklah sulit karena itu  adalah anugrah dari Tuhan, tetapi mempertahankan kemerdekaan itu yang perlu kita perjuangkan.

 

Menghitung hari-hari dengan bijaksana itu berarti kita tidak menjalani hari kita dengan tidak sia-sia. Kehidupan manusia sangat singkat, maka dari itu kita harus benar-benar memperhatikan sisa umur kita, apa yang akan kita lakukan dalam kehidupan ini.

 

Tuhan menggambarkan kehidupan manusia seperti :

  • Uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yakobus 4:14-15).
  • Kembang , lalu layu (Ayub 14:2a).
  • Bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur (1 Petrus 1:24).
  • Bayang-bayang yang hilang dan tidak dapat bertahan (Ayub 14:2b).

 

Kita harus menjalani kehidupan kemerdekaan kita ini sesuai dengan apa yang Tuhan mau dan  jangan seperti yang kita mau. Seperti dalam Efesus 5:15-18 - …...perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang yang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.

 

Ada 4 point dalam ayat Efesus 5:15-18 yang dapat kita pelajari :

  • Perhatikan hidup kita dengan seksama (ayat 15).

Wahyu 16:15 berkata Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan uang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya. Pakaian berbicara tentang kita harus mendandani kehidupan kita ini dengan kebenaran. … Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan Sorga (Matius 5:20).

  • Pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat (ayat 16).

Dengan cara carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh.

  • Perlu mengerti kehendak Tuhan (ayat 17).

Kehendak Tuhan dalam 2 Petrus 3:9 supaya semua orang tidak binasa. Dan isi hati Tuhan harus menjadi isi kehendak hati kita juga. Persembahkanlah jiwa-jiwa bagi Tuhan.

  • Penuh dengan Roh (ayat 18).

Keinginan daging dan keinginan Roh sangat bertentangan. ….Roh itu memang penurut, tetapi daging lemah (Matius 26:41). Jadilah Kristen yang kuat yang bisa mengalahkan rintangan, haruslah menjadi Kristen yang lebih dari pemenang.  Janganlah kita mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu ….. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya (1 Yohanes 2:15-17). Kita harus seperti Paulus yang berkata Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21). Hidup kita adalah sementara di dunia ini.  

 

1 Petrus 2:16 – Hiduplah seperti orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

 

 

Ibadah Raya 2 - Minggu, 18 Agustus 2013

Pkl. 10.30 wib

Pembicara : Ibu Gina Dharmawan

KEMERDEKAAN ADALAH PILIHAN

 

Semua orang pasti ingin merdeka, karena kemerdekaan itu adalah indah. Tidak semua orang memerlukan kemerdekaan, maka dari itu kemerdekaan merupakan sebuah pilihan. Kalender Israel tanggal 4 September jam 6 sore memasuki tahun Ayin Dalet, artinya pintu yang terbuka.

Orang yang mau merdeka adalah orang yang pernah merasakan ketidakmerdekaan. Kalau kita masih merasa ketidaknyaman, artinya kita masih berada dalam ketidakmerdekaan. Kemerdekaan harus lah diperjuangkan, dan sesuatu yang diperjuangkan harus ada pengorbanan.

 

Apa artinya Merdeka ?

Merdeka = Bebas, tetapi kebebasan itu akan kita pakai untuk apa? Karena kalau merdeka = bebas, artinya itu hanya pengertian kulit luarnya saja. Orang yang benar – benar merdeka artinya tidak ada kamuflase. Kalau kemerdekaan itu kita terima, apakah hal itu akan membebaskan kita ? Kebebasan merupakan pilihan yang sesuai dengan pikiran Tuhan untuk kita pakai pada waktu yang tepat.

 

Merdeka kulit = bebas saja. Tuhan memberikan batasan pada kita supaya hidup kita lebih baik.

Merdeka Isi = BEBAS dari ….. (bebas dari belenggu, ketakutan, keterikatan, dll).

Merdeka Isi adalah merupakan dari Kuk perhambaan (Galatia 5:1 “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”) Kuk perhambaan mematikan produktivitas, karena merupakan beban. Tetapi dalam Matius 11:30 “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Kuk inilah yang harus kita pakai karena kuk ini berasal dari Yesus, yang memberikan kita produktivitas.

 

Apakah kemerdekaan yang kita miliki sekarang merupakan kamuflase atau tambalan? Atau kemerdekaan kita merupakan sebuah  kemerdekaan total?

 

Pilihan kemerdekaan ada di tangan kita :

Matius 9:16-17; Markus 2:22; Lukas 5:37.

Kalau kita adalah orang yang dimerdekakan oleh firman Tuhan, maka hal yang memerdekakan kita adalah suatu hal yang baru, dimana kita harus meletakkannya di dalam kantong baru. Kita harus hidup radikal, sepenuhnya untuk Tuhan (2 Kor 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.”) Gaya hidup kerajaan Allah adalah gaya hidup yang berkenan pada-Nya .

 

Ada 3 tolak ukur untuk hidup berkenan di hadapan Tuhan:

  1. Dituntun oleh Roh Kudus (Yoh 14:26). Kita harus mempunyai kepekaan.
  2. Bersaksi (Yoh 15:26-27). Penghargaan dan kekayaan tidak ada artinya dibandingkan keselamatan. Maka itu kita harus bersaksi tentang keselamatan dari Tuhan Yesus.
  3. Menginsyafkan Dunia (Yoh 16:8).

 

Pemimpin yang hebat terbentuk dari tantangan yang hebat. Pemimpin yang harus menentukan arah yang mengambil keputusan. Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

 

 

-----Tuhan Yesus Memberkati-----




 

Ibadah Raya 1 - Minggu, 11 Agustus 2013

Pkl. 08.30 wib

Pembicara : Pdt. Drs. Budi Sastradiputra, M.Th


Mengerjakan Keselamatan

 

 

Referensi Ayat: Fil 2: 12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar…

Memang saat kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamat kita, maka kita dikuduskan. Namun dalam perjalanan hidup kita itu tidaklah mudah untuk mengerjakan keselamatan. Tuhan mau kita lebih serius lagi di dalam kekudusan. Kita harus memiliki dasar yang teguh bahwa kita pasti masuk Surga.

Perbuatan-perbuatan daging yang menyebabkan kita tidak mendapat bagian di dalam Kerajaan Sorga: Percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora (Gal 5: 19-21; 1 Kor 6:9-11; 1 Kor 5:10-11; Wahyu 21:8)

Perbuatan-perbuatan yang menyebabkan kita mendapat bagian di dalam Kerajaan Sorga:                      Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutab, penguasaan diri (Gal 5:22-23); Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini (Titus 2:11-12).

Cara Tuhan mendidik kita:

  • Mengkoreksi kehidupan kita (2 Timotius 3:16; Amsal 1:3)
  • Mendisiplinkan kehidupan kita
  • Menghukum kita

 

Memang kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan kita, namun ada bagian yang harus kita kerjakan untuk keselamatan yang telah Tuhan berikan bagi kita. 

 

Ibadah Raya 2 - Minggu, 11 Agustus 2013

Pkl. 11.30 wib

Pembicara : Pdt. Drs. Budi Sastradiputra, M.Th

 

PENYEMBAH-PENYEMBAH BENAR

 

 

 

Referensi Ayat:

 

Yoh 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

 

Ayat di atas bercerita tentang seorang perempuan Samaria yang hidup berzinah yang sedang mengambil air di siang hari terik dan bertemu dengan Tuhan Yesus dan saat itu Tuhan Yesus berkata bahwa akan tiba saatnya bahwa perempuan itu akan menyembah kepada Bapa.

 

Bapa sangat menginginkan adanya penyembah-penyembah yang benar, yang menyembah di dalam roh dan kebenaran. Contoh dari beberapa tokoh yang merupakan penyembah-penyembah benar di dalam alkitab adalah Daud, Daniel, Petrus, Yesus.

 

Ciri-ciri dari Penyembah yang benar:

 

  • Penyembah benar selalu memiliki waktu khusus / jam-jam doa untuk menyembah Tuhan, contoh: Daud, Daniel 3 kali dalam sehari (Daniel 6:11), Petrus (Kis 3:1; Kis 10:9)
  • Penyembah benar memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Dia selalu bisa berkomunikasi dengan Tuhan, bisa mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan, mengucap syukur, dll.  Contoh: Daud (Maz 51:11), Daniel (Daniel 2:20-23)
  • Penyembah benar sangat respek, sangat mengutamakan Tuhan di dalam kehidupannya.
  • Penyembah benar selalu melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Daud disebut sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan karena dia melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan pada jamannya, Yesus (Yoh 4:34) Kata Yesus kepada mereka: Makanan-ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.
  • Penyembah  benar berani mengorbankan apa saja bahkan nyawanya bagi Tuhan.  Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawaNya untuk kita, jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita (1 Yoh 3:16).

 

 

 

 

 

**********TUHAN YESUS MEMBERKATI**********



Ringkasan Kotbah GBI ICON

Ibadah Raya 1 - Minggu, 04 Agustus 2013

Pkl. 08.30 wib

Pembicara : Pdt. Melly Riva

 

Siapakah aku ini ?

 

Referensi ayat : 1 korintus 3:9 – Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Kadang kita kurang menyadari siapakah diri kita dalam hidup ini, sehingga kita tidak bisa maksimal dalam hidup ini.

 

Alkitab sangat tepat sekali bagaimana menjelaskan siapakah kita ini yaitu :

  1. Kawan sekerja Allah.

Kalau Tuhan memberikan predikat kita sebagai kawan sekerja Allah, yaitu karena Tuhan sudah  mengambil rupa sebagai manusia dan turun ke dunia. Maka dari itu kita harus menaikkan kualitas hidup kita, supaya janji Tuhan itu pasti tergenapi.

Bagaimana kita menaikkan kualitas hidup kita ? Yaitu dengan cara :

  • Kita harus menaikkan akan pengetahuan, supaya kita bisa berjalan sesuai dengan pengetahuan akan Firman Allah dan supaya iman (Ibrani 11:1) kita juga bisa naik.

Firman Tuhan adalah pikiran, perasaan dan isi hati Allah. Tiap hari kita harus menambah pengetahuan akan Firman Allah.  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma10:17).

  • Karakter.

Karakter ini ada ukuran / standardnya. Manusia tidak bisa mengubah karaker manusia lainnya, hanya Tuhan saja yang bisa mengubah karakter seseorang. Standard yang harus kita capai adalah karakter seperti Yesus, yaitu kita mempunyai buah Roh (Galatia5:23).

  • Karisma.

Orang yang berkarakter pasti berkarisma, tetapi orang yang berkarisma belum tentu berkarakter. Karisma yang dikehendaki Tuhan adalah orang yang mempunyai wibawa Allah / Karisma Ilahi. Kalau orang yang mempunya karakter dan karisma Ilahi maka orang tersebut akan memberikan dampak yang luar biasa.

 

  1. Ladang Allah.

2 korintus 2:15 – Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus ditengah-tengah mereka yang diselamatkan dan diantara mereka yang binasa. Harus ada kesaksian hidup dan keteladanan supaya menjadi dupa yang harum dihadapan Allah dan menarik banyak jiwa bagi Tuhan. Kalau kita sebagai Kristen yang mandul, maka kita tidak bisa menjadi kesaksian hidup bagi orang lain.

 

  1. Bangunan Allah.

Ibrani 3:4 – Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. Kalau kita mau membangun sesuatu dasarnya harus kuat, supaya kita kuat dalam menghadapi segala sesuatu. 1 Korintus 3:11 – Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakan, yaitu Yesus Kristus. Kalau kita hidup mengutamakan Tuhan maka hidup kita akan :

ü  Mau dibentuk. Efesus 2:21 – Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

ü  Mau direkatkan. Yaitu caranya dengan komunikasi harus sehat (Amos 3:3 – Berjalankan dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?)

ü  Mau disempurnakan (finishing). Efesus 2:22 – di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

     Biarlah kita semakin disempurnakan sampai Tuhan datang keduakalinya.

 

Kalau kita mengerti akan hal ini, maka kita tidak mencari-cari jati diri kita sesuai dengan dunia ini.

  

Ibadah Raya 2 - Minggu, 04 Agustus 2013

Pkl. 11.30 wib

Pembicara : Pdt. Melly Riva

 

Tidak ada yang mustahil di dalam Tuhan

 

Bahwa didalam Tuhan tidak ada yang mustahil. Membuat kehidupan yang lebih baik itu tergantung dari  iman kita. Iman itu bisa menggerakan kehidupan kita dari yang tidak baik menjadi yang baik, dari yang tidak ada menjadi ada. Roma 10:17 – Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.

 

Referensi ayat : Markus 10:46-52 – Yesus menyembuhkan Bartimeus

 

kita harus belajar dari Bartimeus. Bartimeus adalah orang buta yang berkualitas dan beriman. Ia memaksimalkan apa yang ada di dalam dirinya. Dia yakin dan percaya dengan telinga yang masih bisa mendengar dan mulut yang masih bisa berbicara, dan mengambil kesempatan untuk melangkah dengan iman.

 

Iman adalah suatu kemampuan yang ada di dalam diri manusia untuk melihat sesuatu yang mata jasmani belum melihatnya. Bartimeus mempunyai iman di dalam dirinya yang menggerakkan Yesus untuk menyembuhkannya. Setiap manusia mempunyai daya untuk dimaksimalkan. Batimeus sangat fokus dengan Tuhan sehingga ia tidak memperdulikan sekelilingnya, karena ia tahu bahwa ia sedang berperkara dengan Yesus dan bukan manusia. Kita tidak akan kecewa kalau berharap kepada Yesus. Jadi kalau kita mau perubahan yang radikal, kita harus fokus dengan Tuhan.

 

Kalau kita fokus dengan Tuhan, kita akan merasa sendirian. Tetapi jangan takut karena ini akan membuat kita melesat naik lebih cepat lagi karena tidak ada penghalang. Jangan pernah takut untuk melangkah sendiri. Contonya : ketika Abraham mau mempersembahkan Ishak, dia menyuruh bujangnya tinggal supaya tidak mengikuti dia. Sewaktu kita memisahkan diri untuk fokus kepada Tuhan, maka berkatnya akan utuh bagi kita.  ..…. Ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia (Yesaya 51:2). Maka dari itu Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu  (Matius 6:33). Kalau kita berseru kepada Tuhan biarlah seruan kita itu berdasarkan iman. Iman adalah modal yang paling hebat. Kualitas kehiduapan seseorang tidak ditentukan dari statusnya. Orang yang mempunyai kualitas hidup yang baik akan disayang Tuhan.

 

Bartimeus menanggalkan jubahnya (Markus 10:50). Artinya dia mau fokus kepada Tuhan, dan ia tidak mau berlambat-lambat / menunda-nunda datang kepada Yesus. Kalau Tuhan sudah berkenan kepada Tuhan, tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi. Kalau sudah mengangkat kita tidak ada seorangpun yang dapat menurunkan kita. Tanpa iman orang tidak bisa melihat  dan berkenan kepada Tuhan. kalau kita berdoa, kita harus mengerti apa yang kita mau minta (Markus 10:51). Iman bisa menyelamatkan kita (Markus 10:52) ….Iman tanpa perbuat adalah  mati (Yakobus 2:26). Manusia batiniah kita harus kuat seperti Batimeus, supaya setelah disembuhkan, kita tetap mengikuti / fokus kepada  Yesus. Inilah yang dikatakan orang yang berkualitas dan beriman. Kalau Tuhan yang mengubah kehidupan kita maka akan luar biasa.

 

 

……….TUHAN YESUS MEMBERKATI……….

Twitter News